Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBM Langka

Dinas Koperindag Lutim Ungkap Penyebab Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Malili, Bukan Langka

Ia mengecek langsung, harga BBM di SPBU, sambil memerhatikan antrean kendaraan. Senfry merincikan, harga Pertamax dibandrol Rp12.900 per liter.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BBM LANGKA - Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus (tengah berdiri) melakukan pemantauan di SPBU Puncak Indah, Kecamatan Malili, Senin (30/3/2026). Ia mengklaim tak ada kenaikan harga BBM non subsidi di kabupaten berjuluk Bumi Batara Guru itu. (Sumber: Senfry) 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR - Harga BBM non subsidi disebut-sebut mengalami kenaikan pada Minggu (29/3/2026).

Penyesuaian harga BBM ini tidak lepas dari dinamika global yang memengaruhi sektor energi.

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab kenaikan antara lain tren harga minyak dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kondisi geopolitik internasional yang tengah memanas.

Di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengklaim tak ada kenaikan harga BBM non subsidi di kabupaten berjuluk Bumi Batara Guru itu.

Kata Senfry, pihaknya melakukan pemantauan di SPBU Puncak Indah, Kecamatan Malili, Senin (30/3/2026).

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Senfry masih mengenakan seragam dinas pegawai negeri sipil,  khaki.

Ia mengecek langsung, harga BBM di SPBU, sambil memerhatikan antrean kendaraan.

Senfry merincikan, harga Pertamax dibandrol Rp12.900 per liter.

Sementara Dexlite dibandrol Rp13.050 per liter.

"Hanya layanan sedikit tergangu karena gangguan jaringan. Karena minyak tidak bisa keluar dari nosel, karena sistem digital," bebernya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, kendala jaringan telah berlangsung selama satu jam.

Akibatnya, kendaraan di SPBU Puncak Indah mengular.

"Karena mau dimanualkan, tapi tidak bisa. Jadi tidak ada pergerakan selama satu jam," akunya.

Selama arus balik mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, sambung Sanfry, stok BBM subsidi dari Pertamina terpantau cukup.

Meskipun sempat terjadi antrean di beberapa daerah, seperti Luwu, Palopo, Sinjai, dan Bone, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, mengaku kondisi ini diakibatkan aktivitas dan mobilitas warga membuat kebutuhan BBM ikut bertambah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved