Opini
Jejak Pahlawan Syekh Yusuf al-Makassariy
Pengamal tarekatnya tidak saja di negara mayoritas berkulit hitam dan di Nusantara tetapi meluas ke negara-negara jazirah Arab dan India
Syekh Yusuf kemudian ke negeri Syam (Syria) dan ke Damaskus berguru seorang Syekh yang masyhur, al-Syekh Abu al-Barakah Ayyub bin Ahmad bin Ayyub al-Khalwati al-Quraisyi dan sinilah Syekh Yusuf menerima ijazah Tarekat Khalwatiyah sekaligus mendapat gelar Taj al-Khalwatiy.
Pahlawan Nasional
Karena panggilan hati nurani untuk ikut berjuang demi hubbul wathan, maka Syekh Yusuf kembali Indonesia tepatnya di Banten yang saat itu Pangeran Surya, Sultan Ageng
Tirtayasa (1631-1683 M) menduduki tahta kerajaan di kesultanan Banten, berkuasa sejak tahun 1651-1682 M.
Demi memperjuangkan negara dan bangsa ini, Syekh Yusuf lebih lama menetap di Banten, yakni selama 26 tahun sejak 1654-1680.
Di sinilah Syekh Yusuf diangkat sebagai mufti kerajaan sekaligus mengajarkan tarekatnya, sehingga Sultan Ageng sendiri dan keluarga besar kerajaan menganut Tarekat Khalwatiyah.
Syekh Yusuf sebagai mufti, sufi , dan waliyullah selanjutnya masyhur pula sebagai pahlawan karena di tahun 1682 beliau diangkat menjadi panglima kerajaan Ageng Tirtayasa
melawan kompeni.
Dengan kesatrianya, Syekh Yusuf bersama pasukan yang mengikutinya berjuang bergerilya menyerang kubu-kubu pertahanan kompeni.
Namun pada 14 Desember 1683 Syekh Yusuf ditangkap pihak kompeni dan dipenjara di Batavia.
Karena kekhawatiran kompeni, maka selanjutnya pada 12 September 1684 Syekh Yusuf diasingkan ke Ceylon, Srilangka.
Di tempat pengasingan tersebut, di Ceylon, Syekh Yusuf tetap berjuang dan mengajarkan tarekatnya.
Akibat gerakan Syekh Yusuf yang dikhawatirkan itu, maka pada 7 Juli 1693 pemerintah kolonial Belanda, memutuskan untuk segera memindahkan pengasingan Syekh Yusuf,
keluarga dan pengikutnya dari Ceylon ke Cape Town, daerah terpencil di Afrika Selatan.
Di tempat pengasingan terakhirnya di Cape Town inilah Syekh Yusuf wafat, namun sebelum beliau wafat tetap mampu memperlihatkan kehebatan dan kharismatinya menarik
banyak pengikut, sehingga Syekh Yusuf tersohor di Afrika Selatan sebagai pembawa ajaran Islam pertama dan sebagai pahlawan sejati.
Paham Kesetaraan di Bumi
Jejak pahlawan Syekh Yusuf al-Makassariy dalam Menyebarkan Kesetaraan di Bumi menjadi topik utama pada kegiatan Dialog Budaya yang dilaksanakan kemarin (kamis/24/06) di
Aula Harian Tribun Timur Makassar.
Dialog dengan menelusuri faham kesetaraan di Bumi menghadirkan dua pembicara utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/opini-mahmud-suyuti-1.jpg)