Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Beras Naik Meski Stok Diakui Melimpah, DPRD Palopo Duga Adanya Pengoplosan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo sampaikan keprihatinannya terhadap lonjakan harga beras yang semakin tinggi.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
HARGA PASAR - Anggota DPRD Palopo kunjungi Pusat Niaga Palopo dan Pasar Andi Tadda guna cek kenaikan harga beras, Jumat (18/7/2025). DPRD Palopo soroti stok beras Bulog dan dugaan pengoplosan.  

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Harga beras yang terus naik sejak sebulan terakhir menjadi perhatian serius, karena berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Pantauan Tribun-Timur.com, harga beras melonjak tinggi di Pusat Niaga Palopo (PNP) dan Pasar Rakyat Andi Tadda Palopo.

Sejak sebulan terakhir, harga beras mengalami kenaikan secara perlahan. Kenaikan harga beras mencapai Rp 3 ribu perkilogram untuk kualitas medium dan premium.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo sampaikan keprihatinannya terhadap lonjakan harga beras yang semakin tinggi.

Karena itu, sejumlah anggota DPRD Palopo menemui sejumlah pedagang di Pusat Niaga Palopo (PNP) dan Pasar Rakyat Andi Tadda Palopo pada Jumat (18/7/2025) guna mengecek kenaikan harga beras.

"Kunjungan ini merupakan tidak lanjut dari keresahan masyarakat terkait kenaikan harga beras. Kami melihat harga beras di Pasar sangat bervariasi karena beras diperoleh pedagang dari luar Kota Palopo," kata Wakil Ketua DPRD Palopo, Alfri Jamil kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Pasar Andi Tadda Palopo, Jumat (18/7/2025).

Menurutnya, kenaikan harga beras ini diakibatkan stok terbatas di Kota Palopo.

"Stok terbatas dan kami menduga ada oknum yang mengoplos beras untuk dijual dengan harga mahal. Harga beras di Palopo saat ini merupakan harga tertinggi selama lima tahun terakhir," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini akan mengundang sejumlah pihak termasuk Bulog, Dinas Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan untuk mencari solusi dan mengatasi keresahan masyarakat terkait kenaikan harga beras.

Sementara, pihak Bulog Palopo dan Dinas Ketahanan Pangan mengklaim stok beras saat ini di Kota Palopo sangat mencukupi.

"Ketersediaan beras yang dikuasai Bulog khususnya di Gudang yang berada di Kota Palopo mencapai 8 ribu ton. Jumlah tersebut diklaim sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Wakil Pimpinan Bulog Cabang Palopo, Viona Cheria.

Viona juga menyampaikan pihaknya akan menyalurkan beras SPHP kepada pedagang pada pekan ini.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Palopo, Andi Enceng kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Pasar Rakyat Andi Tadda, Jumat (18/7/2025).

"Untuk stok beras saat ini kami tidak kesusahan, stok sangat cukup," tegas Andi Enceng.

Ia menyampaikan Pemerintah Kota Palopo saat ini melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan harga beras.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved