DPRD Sulsel Usut Polemik Cathlyn Yvaine, Kesbangpol Diminta Serahkan Dokumen Seleksi Paskibraka
DPRD Sulsel meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel menyerahkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan proses seleksi.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- DPRD Sulsel menindaklanjuti polemik seleksi Paskibraka dengan meminta seluruh dokumen proses seleksi dari Kesbangpol Sulsel, mulai dari administrasi hingga penilaian peserta.
- Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo, menegaskan pihaknya akan menelaah dokumen secara objektif.
- Ia menyiapkan rekomendasi untuk Pemerintah Provinsi Sulsel serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila guna memperbaiki mekanisme seleksi ke depan.
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - DPRD Sulsel menindaklanjuti polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
DPRD Sulsel meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel menyerahkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan proses seleksi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi A, Andi Muhammad Anwar Purnomo, usai rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (2/6/2026),
Anwar Purnomo, mengatakan pihaknya tengah merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel maupun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Kita sementara merumuskan rekomendasi untuk diteruskan ke Pemprov Sulsel. Dan juga akan diteruskan ke BPIP terkait pelaksanaan seleksi Paskibraka supaya ada evaluasi dan jauh lebih baik," ujar Anwar Purnomo.
Baca juga: 235 Siswa SMA Berebut 70 Kuota Jadi Paskibra Wajo, Kesbangpol: Lewati Proses Seleksi Ketat
DPRD Sulsel meminta panitia seleksi menyerahkan seluruh dokumen mulai dari proses administrasi hingga tahapan penilaian peserta.
"DPRD Sulsel meminta dari tim panitia untuk menyerahkan seluruh dokumen. Mulai dari proses administrasi sampai tahap penilaian, ada beberapa kriteria penilaian yang harus diserahkan," katanya.
DPRD Sulsel juga berencana menelaah seluruh dokumen tersebut secara objektif guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan.
"DPRD Sulsel akan melakukan investigasi dan melihat seluruh penilaian secara objektif. Bilamana ditemukan ada kesalahan, tentunya kami akan melakukan tindakan. Dalam hal ini DPRD Sulsel akan memberikan rekomendasi," tegasnya.
Selain itu, DPRD Sulsel membuka ruang bagi peserta maupun keluarga peserta untuk melihat data yang dimiliki panitia seleksi secara objektif dengan tetap menjaga kerahasiaan peserta lainnya.
"Kami akan memberikan datanya secara terbuka sambil menjaga kerahasiaan. Karena kami menghargai mental para peserta sehingga perlu dijaga kerahasiaannya," ujarnya.
DPRD Sulsel juga membuka ruang aspirasi kepada seluruh pihak yang ingin menyampaikan masukan terkait proses seleksi Paskibraka.
"Kami secara terbuka membuka ruang aspirasi kepada semua pihak terkait proses seleksi Paskibraka," tambahnya.
Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, mengaku menjadi sasaran penilaian publik di tengah polemik seleksi Paskibraka Nasional tingkat Sulsel.
Ia menilai berbagai tudingan telah berkembang sebelum pihaknya mendapat kesempatan menjelaskan secara utuh proses seleksi yang telah dilaksanakan.
| Dengan Berbagai Alasan BPIP Tak Hadiri RDP DPRD Sulsel Terkait Polemik Seleksi Paskibraka |
|
|---|
| Dihakimi Netizen Gegara Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, Kepala Kesbangpol Tak Bisa Tidur |
|
|---|
| Semua yang Terlibat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Dipanggil DPRD |
|
|---|
| Mini Soccer Sinjai Bersatu Series 2026 Resmi Bergulir, Dihadiri Legislator DPRD Sulsel |
|
|---|
| RDP Paskibraka Sulsel Digelar Selasa, Dugaan Ketidakadilan Seleksi Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-03-A-Andi-Muhammad-Anwar-Purnomo-usai-pimpin-RDP.jpg)