Nasib Counter Pulsa
Cara Usaha Counter Pulsa Bertahan Puluhan Tahun hingga Pemilik Bisa Kuliahkan Anak
Di sela deru kendaraan yang melintas padat di Jl Sungai Saddang, Makassar, Sulawesi Selatan seorang pria sibuk melayani pelanggan. Di tangannya,
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Edi Sumardi
Sedangkan, transaksi bank di bawah Rp500 ribu, biaya Rp5.000 dan di atas Rp 1 juta, biaya admin Rp 10 ribu.
Transaksi dilakukan bisa mencapai 150-200.
“Kalau semua digabung, lebih Rp 5 juta. E-wallet, transaksi bank, pulsa, paket data dan asesoris HP,” ucapnya.
Kiki menyebut, dalam menggaet pelanggan pelayanan menjadi utama.
Apalagi, usaha konternya cukup stategis, di pinggir jalan.
Ditemui di tempat berbeda, pemilik gerai Tamalanrea Phone, Abd Kadir Latif mengaku harus bertransformasi untuk bertahan di era digital sekarang ini.
Ia membuka usaha gerai pengisian pulsa/paket data sejak 1 Januari 1999.
Abd Kadir mengungkapkan, sebelum adanya transaksi digital, hasil penjualan pulsa dan paket data bisa mencapai Rp6 juta per bulan. Namun, sekarang penghasilan mulai menurun.
“Dulu Rp6 juta per bulan, sekarang Rp 3 juta lebih,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).
Langganan Mahasiswa
Ia menyebut, pelanggannya rerata mahasiswa dan pengendara.
Demi tetap mempertahakan usahanya, Abd Kadir terus meng-upgrade bisnisnya.
Sekarang ini, ia tak hanya menjual pulsa dan paket data, tapi juga e-wallet, transaksi bank dan pembayaran listrik.
“Jadi kita harus mengikuti demand pasar dibutuhkan. Kayak ada transaksi bank, e-wallet. Di era digital ini disiapkan ruang pengguna bsnis dan pelaku binis, sisa tergantung dari mindset masing-masing,” tuturnya.
Selama 26 tahun usaha counter-nya, Abd Kadir berhasil menyekolahkan tiga anaknya hingga perguruan tinggi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.