Perdagangan Manusia
Cerita 3 Warga Sulbar Berhasil Diselamatkan dari Perdagangan Manusia, Diimingi Gaji Tinggi
Mereka masing-masing bernama Hasrah asal Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene dan Cici Amelia dan Ria warga asal Polewali Mandar.
TRIBUN-TIMUR.COM - Cerita 3 warga Sulawesi Barat (Sulbar) nyaris jadi korban perdagangan manusia.
Ketiganya berhasil diselamatkan Tim Help Desk BP3MI Jawa Barat bersama Imigrasi Kelas I TPI Cirebon saat masih berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga BP3MI Sulawesi Barat, Zulkifli, yang menjemput mereka di Bandung, Selasa malam, 8 Juli 2025, menyampaikan mereka tinggal dalam pengawasan ketat di sebuah tempat yang dijaga oleh sindikat penyalur CPMI ilegal.
“Selama hampir satu bulan, mereka tidak diberi kebebasan. Handphone disita dan akses komunikasi dengan keluarga di Sulbar ditutup total,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon, Kamis (10/7/2025).
Mereka masing-masing bernama Hasrah asal Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene dan Cici Amelia dan Ria warga asal Polewali Mandar.
Korban mengaku disekap bersama 27 calon pekerja migran lainnya.
Mereka berhasil dicegat saat akan melanjutkan penerbangan ke negara-negara timur tengah yakni Oman, Qatar, Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Arab Saudi, Sabtu 5 Juli 2025 lalu.
Disekap
Ketiganya mengaku telah disekap selama hampir sebulan sebelum jadwal keberangkatan.
Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga BP3MI Sulawesi Barat, Zulkifli, yang menjemput mereka di Bandung, Selasa malam, 8 Juli 2025, menyampaikan mereka tinggal dalam pengawasan ketat di sebuah tempat yang dijaga oleh sindikat penyalur CPMI ilegal.
“Selama hampir satu bulan, mereka tidak diberi kebebasan. Handphone disita dan akses komunikasi dengan keluarga di Sulbar ditutup total,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon, Kamis (10/7/2025).
Diimingi Gaji Tinggi
Selama masa sekapan itu, para korban terus diiming-imingi gaji puluhan juta rupiah per bulan.
Mereka juga diyakinkan dengan cerita sukses orang-orang Sulbar yang disebut telah berhasil bekerja di luar negeri.
Semua itu dilakukan untuk menekan psikologis mereka agar tetap mengikuti rencana sindikat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.