Perdagangan Manusia
Cerita 3 Warga Sulbar Berhasil Diselamatkan dari Perdagangan Manusia, Diimingi Gaji Tinggi
Mereka masing-masing bernama Hasrah asal Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene dan Cici Amelia dan Ria warga asal Polewali Mandar.
“Modusnya halus tapi mengerikan. Mereka dirayu dengan iming-iming ekonomi, tapi diam-diam dikurung dan kehilangan kontak dengan dunia luar,” tambah Zulkifli.
Beruntung, tim Help Desk BP3MI Jawa Barat bersama Imigrasi Kelas I TPI Cirebon berhasil menggagalkan keberangkatan mereka pada Sabtu, 5 Juli 2025 lalu di BIJB Kertajati.
Hasrah dan dua rekannya kini dalam perlindungan BP3MI dan telah menjalani proses pembinaan.
Mereka selamat dari potensi eksploitasi tenaga kerja, bahkan risiko perdagangan manusia yang lebih buruk.
Dari hal itu ia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui jalur resmi.
"Jika ada tawaran yang terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, masyarakat harus curiga. Segera laporkan ke aparat atau BP3MI,” tegas Zulkifli.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga warga Sulawesi Barat hampir menjadi korban perdagangan manusia.
Tiga warga Sulbar ini masing-masing Cici Amelia dan Ria asal Polewali mandar dan Hasrah asal Majene.
Ketiga warga Sulawesi Barat ini awalnya tergabung Bersama 27 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural hendaka berangkat ke Singapura dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Tim Help Desk BP3MI Jawa Barat bersama Imigrasi Kelas I TPI Cirebon kemudian menggagalkan keberangkatan 29 CPMI non-prosedural yang akan terbang ke Singapura, sebelum melanjutkan penerbangan ke negara-negara timur tengah yakni Oman, Qatar, Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Arab Saudi, pada Sabtu, 5 Juli 2025 lalu.
Seluruh CPMI yang digagalkan keberangkatannya kemudian dibawa ke Kantor Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat di Kota Bandung untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak BP3MI Jawa Barat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menghubungi Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat di Jakarta.
Menyikapi informasi ini, Kepala Badan Penghubung Sulbar, Hj. Gemilang Sukma Mutiara Maryani, atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM), langsung menugaskan Kasubbid Hubungan Antar Lembaga, Zulkifli, untuk menjemput ketiga warga Sulbar tersebut di Bandung pada Selasa malam, 8 Juli 2025.
"Selanjutnya, pada Rabu pagi, 9 Juli 2025 pukul 05.10 WIB, ketiga CPMI didampingi dan difasilitasi oleh Badan Penghubung Sulbar untuk terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar menggunakan penerbangan Citilink QG212," kata Gemilang Sukma.
Setibanya di Makassar, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulbar langsung melakukan penjemputan dan selanjutnya mengantar ketiga warga tersebut hingga ke kampung halaman mereka di Polewali Mandar dan Majene, untuk diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.