Opini
Buang Sampah di Tempatnya, Bukan di Jalan!
Saya kemudian turun dari motor melihat apa yang terjadi, ternyata ada penutupan jalan aksi damai warga sekitar perihal sampah yang meresahkan.
Darurat Sampah
Persoalan sampah terus terjadi, tetapi minimnya penegakan hukum dan anggaran pengelolaan menunjukkan kurang seriusnya pemerintah menyelesaikannya.
Tumpukan sampah adalah bukti lalainya negara dan rendahnya kesadaran rakyat akan bahaya sampah apalagi jenis plastik.
Hal yang mencengangkan bagi publik, ternyata Indonesia masih mengimpor bahan baku kertas dan plastik sebanyak 3,43 juta ton per tahun, padahal limbah sampah plastik makin menumpuk.
Ditambah lagi, salah satu pabrik daur ulang di Indonesia juga mengimpor sampah plastik dari Amerika Serikat sebanyak 4.000 ton per bulan.
Pantaslah bahwa salah satu “prestasi” buruk negeri ini ialah menduduki posisi kedua penghasil sampah plastik di dunia.
Walhasil, Indonesia menjadi negeri darurat sampah, sedangkan pemerintah justru tidak menindak tegas perusahaan atau pabrik yang mengimpor sampah plastik.
Dalam industri daur ulang, sampah plastik bernilai jual rendah, seperti kantong kresek dan plastik kemasan, dianggap tidak bernilai hingga akhirnya tidak terkelola.
Persoalan sampah tidak akan bisa selesai, jika hanya beberapa individu atau bahkan kelompok yang paham, jika tidak dibarengi keseriusan negara menyelesaikan sampah.
Bisa jadi beberapa tahun ke depan, jika kita serius kebanjiran sampah atau gunung sampah menimpa kita.
Berbagai terobosan untuk mengatasi masalah sampah tidak berhasil. Seorang jurnalis bernama Dandy Laksono berpendapat, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi limbah sampah.
Pertama, di level kultural. Masyarakat setidaknya diedukasi mengurangi konsumsi plastik. Kedua, kebijakan politik.
Penegakan hukum yang tegas harus dilakukan karena level kultural dan individu berdampak kecil. Dampak yang kecil bisa cepat dihabisi oleh sebuah kebijakan struktural.
Jadi bukan hanya individunya yang harus sadar dan saleh, negara juga harus sadar dan saleh.
Sebaliknya, negara yang tidak menerapkan sistem yang sahih (benar) tidak akan mampu menyolusi masalah limbah sampah plastik. Oleh karena itu, limbah sampah plastik membutuhkan solusi yang holistik (menyeluruh).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.