Opini Mubha Kahar Muang
Yahudi dan Thailand
Krisis yang bermula dari Thailand 27 tahun lalu, yang ditengarai _operasi Soros_ yang menjadi penyebabnya, juga menjadi pemicu mundurnya Presiden Soeh
Krisis Tom Yam Gung
Thailand, pernah membuat panik seluruh Asia Timur. Bahkan seluruh dunia seakan runtuh karena penularan krisis keuangan yang terjadi pada Juli 1997.
Krisis di Thailand yang dikenal dengan nama krisis Tom Yam Gung adalah krisis yang bermula dari tertekannya nilai tukar bath terhadap mata uang dollar AS.
Pemerintah Thailand mengeluarkan kebijakan mengembangkan bath sehingga Thailand menanggung beban utang luar negeri yang besar sampai-sampai negara ini dapat dinyatakan bangkrut sebelum nilai mata uangnya jatuh.
Ketika krisis ini menyebar, nilai mata uang di sebagian besar Asia Tenggara dan Jepang ikut turun, demikian pula dengan bursa saham.
Nilai aset lainnya serta utang luar negeri swasta naik drastis.
Saat krisis moneter yang melanda Asia, 20 tahun silam tersebut, George Soros dituding sebagai biang kerok.
Nama investor kelahiran Hungaria tersebut pertama kali didengungkan oleh Mahathir Muhammad.
Mantan Perdana Menteri Malaysia itu menyebut perusahaan hedge fund Soros telah membuat nilai tukar sejumlah mata uang di Asia terombang-
ambing.
"Saya mengatakan perdagangan mata uang itu hal yang tidak penting, tidak produktif, dan tidak bermoral," ucap Mahathir 20 tahun lalu.
Kebetulan, salah satu perusahaan hedge fund yang baru melakukan operasi dalam jumlah besar di Asia kala itu adalah Quantum Fund, yang notabene dikelola oleh Soros.
Depresiasi mata uang Baht Thailand kemudian menjadi awal mula bencana ekonomi bagi Indonesia.
Saat itu, Rabu, 2 Januari 1997, ekonomi Thailand terguncang.
Baht Thailand berfluktuasi dan melemah hingga 20 persen melawan dolar AS.
Penyebabnya karena Bank Sentral Thailand secara resmi mengubah kebijakan nilai tukarnya dari semula mengambang terkendali (managed floating) menjadi mengambang bebas (free floating). Artinya, kurs sepenuhnya digerakkan oleh mekanisme pasar.
Adapun, perubahan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada awal tahun, perusahaan pengelola investasi Quantum Group of Funds pimpinan George Soros melakukan spekulasi dengan meminjam Baht Thailand dalam jumlah besar.
Spekulasi ini menguatkan mata uang dolar AS dan menggerus transaksi dengan Baht Thailand.
Bank Sentral bereaksi cepat, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, kebijakan free floating dikeluarkan yang membuat Baht tunduk pada dolar AS.
Semakin perkasanya dolar AS membuat mata uang Asia dan dinamika pasar modal lainnya melemah. Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Filipina, dan Indonesia terdampak paling berat.
Beberapa hari setelah Thailand mengubah kebijakan, kurs rupiah terhadap dolar AS ikut hancur.
Akibatnya, sejarawan MC Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) mencatat rupiah yang berada di kisaran Rp2.500 per US$, terdepresiasi sebesar 9 % menjadi Rp4.000 per US$.
Pada puncak, rupiah menyentuh level Rp17.000 per US$, setelah Bank Indonesia menerapkan kebijakan free floating terhadap kurs rupiah, adalah depresiasi yang luar biasa.
"Bursa saham Jakarta hancur. Hampir semua perusahaan modern di Indonesia bangkrut, tabungan kelas menengah lenyap, dan jutaan pekerja diberhentikan dari pekerjaan mereka," tulis Ricklefs.
Teknokrat dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dan dipersalahkan atas terjadinya krisis ekonomi di Thailand, khususnya mereka yang berada di Bank Sentral Thailand.
Krisis Ekonomi 1997 menunjukkan lemahnya kemampuan Bank Sentral Thailand mengantisipasi apresiasi nilai tukar bath terhadap dollar AS.
Ketidakmampuan pemerintah yang berkuasa ketika itu untuk mengambil langkah mengatasi krisis ekonomi mengakibatkan tuntutan masyarakat agar PM Chavalit Yongchaiyudh mengundurkan diri.
Krisis yang bermula dari Thailand 27 tahun lalu, yang ditengarai _operasi Soros_ yang menjadi penyebabnya, juga menjadi pemicu mundurnya Presiden Soeharto Mei 1998.
Penyebab krisis 1997, penanganan dan akibat krisis bagi Thailand dan Indonesia adalah sebuah pelajaran berharga.(▪︎)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mubha-Kahar-Muang-2024.jpg)