Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabar Terbaru Iwan Lukminto Dirut PT Sritex Tersangka Pemberian Dana Kredit Bank

 Saat tiba, Iwan tampak bungkam dan hanya melewati begitu saja kerumunan awak media yang hendak meminta keteranganya.

Editor: Ansar
Tribunnews.com
DIRUT SRITEX DIPERIKSA - Dirut Sritex Iwan Kurniawan Lukminto kembali jalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Bundar Kejagung terkait dugaan korupsi pemberian dana kredit bank, Senin (22/6/2025) - Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com 

Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bidang Pengembangan Pasar Modal periode 2020-2023.

Kemudian, Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) periode 2020-2023.

Serta Dewan Kehormatan PB Wushu Indonesia.

Akhir Perjalanan Sritex, Perusahaan Tekstil Terbesar di Asia Tenggara

Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah.

Hal itu berdasarkan putusan perkara nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg dipimpin oleh Hakim Ketua Moch Ansor, dengan PT Indo Bharta Rayon sebagai pemohon.

Para termohon, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dinilai lalai memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemohon berdasarkan putusan homologasi tertanggal 25 Januari 2022.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/10/2024), permohonan pemohon dikabulkan dan termohon, termasuk Sritex, dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal dengan nama Sritex adalah perusahaan tekstil yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebelum dinyatakan pailit, Sritex merupakan salah satu pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara dengan konsumen hingga mancanegara.

Lantas, bagaimana sejarahnya?

Sejarah Sritex, perusahaan tekstil dinyatakan pailit

Dilansir dari laman resmi, Sritex didirikan HM Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisional dengan nama UD Sri Redjeki di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, pada 1966. 

Saat itu, pendiri Sritex masih mengambil kain dari produsen yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Dua tahun kemudian, perusahaan mulai membuka pabrik cetak pertamanya yang menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved