Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kelakuan Sertu MB Bintara Tentara yang Kini Jadi Buronan Denpom dan Polisi 

Pengejaran terhadap bintara tersebut resmi diperluas dengan melibatkan jajaran Polda Sultra setelah pelaku mangkir dari proses

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
TRIBUN LAMPUNG
KASUS PENCABULAN - Ilustrasi pencabulan. Sertu MB, oknum anggota Kodim 1417/Kendari kini sedang jadi buronan kasus pencabulan anak di Konawe Selatan, Sultra. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Integritas institusi TNI di Sulawesi Tenggara kini tengah diuji menyusul insiden melarikan dirinya Sertu MB, oknum anggota Kodim 1417/Kendari.

Dia menjadi tersangka dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.

Hingga Jumat (1/5/2026), pengejaran terhadap bintara tersebut resmi diperluas dengan melibatkan jajaran Polda Sultra setelah pelaku mangkir dari proses pemeriksaan militer.

Kasus yang mencoreng citra korps ini bermula dari laporan keluarga korban terkait dugaan kekerasan seksual yang terjadi pada Selasa (14/4/2026).

Sertu MB sempat diamankan di Markas Kodim 1417/Kendari untuk menjalani interogasi awal.

Namun, pelaku memanfaatkan celah pengawasan saat izin makan untuk melarikan diri pada pertengahan April lalu.

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menegaskan bahwa penangkapan Sertu MB kini menjadi prioritas utama.

"Kami telah bersinergi dengan Polda Sultra untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Penyidikan tidak akan terhenti meski pelaku buron; pemeriksaan saksi-saksi terus berjalan secara intensif," kata Haryadi.

Berdasarkan keterangan Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, pelaku sebenarnya telah mengakui perbuatannya secara lisan saat pemeriksaan internal.

Sertu MB mengaku melakukan pelecehan fisik terhadap korban yang diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Pihak TNI menduga aksi bejat ini telah terjadi berulang kali, mengingat adanya hubungan kekerabatan antara pelaku dan korban.

"Karena ada kedekatan kekerabatan, besar kemungkinan tindakan ini bukan yang pertama kali. Kami butuh pendalaman penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap modus dan intensitasnya," kata Danny mengungkapkan.

Keluarga korban, melalui juru bicara berinisial VN, mengungkapkan bahwa kondisi psikologis korban saat ini berada pada titik yang sangat memprihatinkan.

Bocah tersebut mengalami trauma hebat dan menunjukkan perubahan perilaku yang drastis pasca-insiden di kediaman pelaku tersebut.

Keluarga menuntut keadilan segera dan meminta pendampingan psikologis profesional bagi korban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved