Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Refleksi Milad UMI ke-71

Kampus yang dibangun sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama dan para raja di Sulawesi ini, kini genap berusia 71 tahun.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Muhammad Idris Kepala Laboratorium Multimedia Komunikasi FSIKP UMI 

Di era disrupsi dan momentum milad ke-71, UMI diharapkan tidak hanya beradaptasi, tetapi memimpin transformasi melalui Embracing Smart University sebagaimana sering digaungkan Ketua Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr Hj. Masrurah Mochtar, M.A dan Rektor UMI, Prof Dr. H. Hambali Thalib, SH.MH.

Bagaimana agar koneksi antara pendidikan, riset, dan kemandirian lewat kewirausahaan diperkuat dengan program big data analytic dan pengembangan future skills.

Tujuannya jelas, menciptakan lulusan unggul, inovatif dan berjiwa entrepreneur.

Tidak kalah penting dari itu, UMI diharapkan terus berkomitmen membangun kampus inklusif dan berkelanjutan.

Dari penguatan riset transdisiplin hingga advokasi kebijakan publik.

UMI harus menunjukkan bahwa kampus bukan hanya teaching factory, tetapi problem solver bagi masyarakat.

Program pengabdian berbasis kewilayahan dan kemitraan dengan industri menjadi bukti nyata dedikasi UMI dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Harapan di Usia 71 Tahun

Milad ini adalah momen penting menguatkan ukhuwah sekaligus menegaskan kembali tanggung jawab UMI sebagai kampus berintegritas dan bereputasi.

Untuk menopang hal itu, ada lima harapan strategis yang perlu terus diperjuangkan kampus ini sebagai bentuk penguatan.

Pertama; Selalu berkomitmen bagi pendidikan inklusif dan mendorong kebangkitan literasi dan digitalisasi di kampus ini.

Dengan kemampuan adaptif berbasis digitalisasi, tidak saja menghasilkan SDM unggul, mutu, Islami, juga akan terbangun karakter kebangsaan dan kewirausahaan berbasis literasi digital yang kuat.

Kedua; Mendorong hadirnya riset sebagaimana diharapkan program kampus berdampak. Dimana kampus menjadi pusat solusi semua masalah.

Mulai masalah sosial, ekonomi, pangan, lingkungan, teknologi, energi dan kesehatan. Termasuk menjadi agen perubahan nyata di masyarakat.

Ketiga; Penguatan pada pengabdian masyarakat. Dimana program pengabdian masyarakat berbasis kewilayahan dan kearifan lokal dengan target terbangun kemandirian komunitas berdampak global.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved