Opini
Jalan Panjang Unhas Menuju Universitas Bertaraf Internasional
Dua tahun lebih cepat dari yang di targetkan di tahun 2028 oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.
Oleh: Ahmad Bahar
Dosen Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Masuknya Universitas Hasanuddin (Unhas) ke dalam jajaran seribu perguruan tinggi terbaik dunia versi QS World University Rankings (QS WUR) adalah pencapaian monumental, bukan hanya kebanggaan sivitas akademika Unhas, tetapi juga bagi kawasan timur Indonesia.
Prestasi ini bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang, konsistensi pembenahan tata kelola akademik, dan arah kebijakan strategis yang terukur dalam menjadikan Unhas sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional.
Pimpinan universitas telah merancang roadmap internasionalisasi sejak 2017, memperkuat kualitas publikasi ilmiah, meningkatkan akreditasi internasional program studi, dan memperluas kemitraan dengan universitas luar negeri.
Hasilnya mulai tampak diakhir 2021, saat Unhas untuk pertama kalinya masuk dalam daftar QS WUR, dan pada 2024 ini berhasil menembus kelompok seribu besar dunia.
Dua tahun lebih cepat dari yang di targetkan di tahun 2028 oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.
QS WUR, sebagai salah satu lembaga pemeringkatan universitas paling bergengsi di dunia, menggunakan indikator yang ketat dan kompleks: reputasi akademik, reputasi dari dunia kerja, rasio dosen dan mahasiswa, jumlah kutipan jurnal per dosen, proporsi mahasiswa dan dosen internasional, serta jejaring riset global.
Dalam sistem baru QS sejak 2024, indikator seperti employment outcomes dan international research network mendapat perhatian lebih, mendorong Universitas Hasanuddin untuk berinovasi dan membangun kolaborasi internasional, salah satunya mendorong periset bereputasi Unhas membentuk Thematic Research Group (TRG).
TRG ini yang banyak mendatangkan kolaborasi dan dosen asing ke Unhas.
Namun, dibalik prestasi internasional ini juga membawa sejumlah konsekuensi. Pertama, ekspektasi publik semakin tinggi terhadap mutu layanan pendidikan dan kontribusi Unhas bagi masyarakat.
Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di kawasan timur Indonesia, Unhas dituntut mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan dan riset.
Tidak hanya unggul di bidang akademik dan jurnal ilmiah, tetapi juga hadir secara nyata memberi dampak dan solusi di tengah sumpeknya persoalan masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini tentunya menjadi tantangan baru bagi Unhas.
Kedua, Citra Unhas sebagai universitas bereputasi global menarik lebih banyak peminat, termasuk dari luar negeri.
Contohnya, mahasiswa asing yang diterima di Unhas awalnya dibiayai penuh, namun yang ditawarkan kini hanya beasiswa kuliah saja, sehingga lebih efisien.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.