DPRD Sulsel
THM Makassar Disegel, Pemprov: Bukan Dipersulit, Tapi Berisiko Tinggi
Pemprov Sulsel tegaskan proses perizinan THM di Makassar sesuai aturan; Zona Cafe klaim izin belum terbit.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menanggapi tudingan pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) di Makassar yang menganggap proses perizinan mereka dipersulit.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemprov Sulsel, Asrul Sani, menegaskan seluruh proses perizinan THM di Makassar telah dijalankan sesuai regulasi dan standar keamanan yang berlaku.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur, terutama untuk usaha dengan kategori risiko tinggi seperti diskotek dan bar.
Asrul Sani menjelaskan, langkah penyegelan terhadap sejumlah THM bukan keputusan sepihak, melainkan hasil dari proses panjang berupa pengawasan lapangan, pembinaan teknis, serta pemanggilan resmi kepada pihak pengelola yang terindikasi melanggar ketentuan izin.
Ia turut hadir dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan penyegelan bersama tim terpadu pada Rabu, 11 Juni 2025 lalu.
Dalam kegiatan tersebut, lima THM disegel tim terpadu terdiri dari DPM-PTSP, Satpol PP, Dinas Pariwisata, serta dikawal DPRD Sulsel.
Salah satu tempat yang disegel adalah Zona Cafe karena diklaim tidak mengantongi izin bar dan diskotek.
“Kami melakukan penyegelan setelah sebelumnya melakukan pengawasan dan pembinaan. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan aktivitas di luar izin yang dikantongi,” kata Asrul Sani.
Asrul menambahkan bahwa usaha diskotek atau klub malam tergolong dalam kategori risiko tinggi karena menyangkut keselamatan pengunjung.
Oleh karena itu, pelaku usaha tidak hanya diwajibkan mengantongi izin, tetapi juga harus melengkapi sertifikat standar keamanan.
Terkait keluhan sejumlah pelaku usaha yang merasa dipersulit saat mengurus izin, Asrul menegaskan pihaknya akan memeriksa ulang proses pengajuan izin yang dimaksud.
“Kami akan cek kembali dan telusuri sampai di mana pengurusan persyaratannya,” pungkasnya.
Sementara itu, manajemen Zona Cafe membantah telah mengabaikan izin.
Mereka mengklaim telah sejak lama berupaya mengurus kelengkapan dokumen, khususnya sejak peralihan kewenangan perizinan dari Pemkot Makassar ke Pemprov Sulsel.
“Kami sudah mengurus izin sejak lama, tapi sejak kewenangan pindah ke Pemprov, proses verifikasinya belum juga tuntas,” kata staf manajemen Zona Cafe, Adit.
| Legislator PAN DPRD Sulsel Hamzah Hamid Tolak Pengaspalan Depan Rumahnya |
|
|---|
| DPRD Sulsel Dorong Perbaikan Jalan dan Jembatan Samallangi Sidrap |
|
|---|
| Lagi dan Lagi! Anggota DPRD Sulsel Interupsi Andi Sudirman-Fatmawati Tak Hadiri Paripurna |
|
|---|
| DPRD Sulsel Pindah ke Dinas BMBK Usai Gedung Terbakar, Ruang Komisi Sempat Dikeluhkan Panas |
|
|---|
| Banyak Kepala OPD Absen di Penyampaian Hasil Reses, Ketua DPRD Sulsel Geram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DPRD-Sulsel-Kepala-DPM-PTSP-Sulsel-Asrul-Sani-kanaN.jpg)