Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Hari Ini, 2.764 Jemaah Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

Kloter UPG 1 dijadwalkan terbang dari Bandara Madinah pada pukul 03.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Editor: Sudirman
tribun.timur.com
LEPAS ROMBONGAN - Jamaah Haji Indonesia foto bersama Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar (65), Selasa (10/6). Itu seusai Amirul Hajj Nasaruddin Umar melepas rombongan Kloter 1 Embarkasi Makassar (UPG) dari Hotel 311 Moro Al Alameyah Makkah ke Madinah pukul 13.30 siang Waktu Arab Saudi (WAS). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 2.764 jemaah dan petugas haji dari tujuh kelompok terbang (kloter) akan dipulangkan ke Tanah Air pada Rabu, 11 Juni 2025.

Ini merupakan gelombang pertama kepulangan jemaah haji Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pemulangan para jemaah ini dilakukan melalui dua bandara, yakni Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah dan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

Kloter UPG 1 dijadwalkan terbang dari Bandara Madinah pada pukul 03.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara itu, empat kloter lainnya akan diberangkatkan secara bertahap mulai pukul 03.30 hingga 18.10 WAS.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, mengimbau para jemaah untuk mempersiapkan dokumen dan barang bawaan dengan baik sebelum menuju bandara.

Paspor dan boarding pass akan dibagikan oleh pihak maskapai setelah jemaah tiba di bandara.

“Barang bagasi telah dikirim sehari sebelum kepulangan. Untuk tas kabin dan barang pribadi lainnya, jemaah harus mematuhi aturan penerbangan. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu tas kabin dan satu tas paspor, dengan berat maksimal tas kabin adalah 7 kilogram,” ujar Basir.

Pemulangan jemaah haji Indonesia dilakukan dalam dua gelombang. 

Meski gelombang pertama seluruhnya diberangkatkan dari Bandara Jeddah, delapan kloter terpaksa diterbangkan dari Madinah karena keterbatasan slot penerbangan.

“Untuk gelombang kedua, kepulangan akan dilakukan dari Madinah, sama seperti skema kedatangan sebelumnya,” jelas Basir.

Basir juga menegaskan bahwa, berbeda dengan saat kedatangan, pemulangan jemaah tidak dilengkapi fasilitas fast track.

“Program fast track hanya berlaku saat kedatangan dan merupakan kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk mempercepat layanan imigrasi,” ujarnya.

Basir menjelaskan, seluruh jemaah akan melalui prosedur pemeriksaan reguler. 

Setelah tiba di paviliun bandara, mereka akan menerima dokumen dan menjalani pemeriksaan barang bawaan.

Setelah itu, mereka masuk ke dalam area pemeriksaan imigrasi dan x-ray, sebelum akhirnya menunggu di ruang tunggu keberangkatan.

Terkait penimbangan barang, ia menambahkan bahwa tidak ada penimbangan ulang untuk koper kecil. “Yang ditimbang hanya koper besar. Untuk koper kecil, biasanya cukup diperiksa kerapiannya saja. Jika rapi, akan langsung diizinkan masuk,” ujarnya.

Waktu Kedatangan dan Jadwal Pemulangan

Kementerian Haji Arab Saudi menetapkan bahwa jemaah harus tiba di bandara paling cepat enam jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Jika datang lebih awal, mereka diminta menunggu di dalam bus. Baru setelah enam jam sebelum take off, mereka bisa turun dan masuk paviliun,” jelas Basir.

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2025. “Kepulangan terakhir akan diberangkatkan dari Bandara Madinah,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved