Koperasi Merah Putih
3 Ribu Koperasi Merah Putih di Sulsel Terbentuk
Tahapan musyawarah desa/kelurahan sebagai bagian awal pembentukan Koperasi Merah Putih hampir rampung di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Tahapan musyawarah desa/kelurahan sebagai bagian awal pembentukan Koperasi Merah Putih hampir rampung di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, dari total 3.059 desa/kelurahan, sebanyak 3.058 di antaranya telah menyelesaikan musyawarah.
Tersisa satu desa di Kabupaten Pangkep yang kini tengah melaksanakan tahapan tersebut.
“Sementara tinggal satu (desa) di Pangkep yang masih musyawarah,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Eka Prasetya, Sabtu (31/5/2025).
Jika tahapan di desa tersebut selesai, maka seluruh desa/kelurahan di Sulsel telah merampungkan musyawarah pembentukan Koperasi Merah Putih.
Baca juga: BUMDes Bisa Kolaborasi Koperasi Merah Putih, Kadiskop UMKM Sulsel: Sama-Sama Penggerak Ekonomi
Andi Eka menjelaskan bahwa musyawarah desa (musdes) dan kelurahan (muskel) adalah tahapan penting sebelum koperasi dibentuk. Ia juga berharap kabupaten/kota lain dapat mempercepat proses pembentukan seperti yang telah dilakukan oleh Barru dan Pinrang.
“Semoga kabupaten lainnya juga bisa menyusul percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Daerah Tertinggi
Dari data rekap per 30 Mei 2025, Barru dan Pinrang menjadi daerah dengan progres tercepat.
Seluruh desa/kelurahan di kedua kabupaten itu telah menyelesaikan musyawarah dan seluruhnya telah menerima SK pembentukan Koperasi Merah Putih.
Baca juga: Barru dan Pinrang Selesaikan Pembentukan Koperasi Merah Putih 100 Persen
Sementara itu, Bone menjadi kabupaten dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak, yakni 372 titik. Semuanya telah menyelesaikan musyawarah, dengan 70 koperasi yang sudah mengantongi SK.
Kabupaten Luwu menyusul dengan 227 desa/kelurahan, semuanya sudah musyawarah, dan 41 koperasi telah menerima SK pembentukan.
Hingga Jumat, 30 Mei 2025, pendirian Koperasi Merah Putih terus menunjukkan progres di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Di Kota Makassar, seluruh 153 desa/kelurahan telah tuntas melaksanakan sosialisasi dan musyawarah pembentukan koperasi. Namun, baru 6 SK pengesahan koperasi yang diterbitkan.
Sementara di Kepulauan Selayar, dari 88 desa/kelurahan, seluruhnya telah menyelesaikan tahapan sosialisasi dan musyawarah, dengan 56 koperasi telah mendapatkan SK pengesahan.
Di Kabupaten Bulukumba, seluruh 136 desa/kelurahan juga telah melalui sosialisasi dan musyawarah, namun baru 27 koperasi yang disahkan.
Untuk Kabupaten Bantaeng, dari 67 desa/kelurahan, semuanya telah menjalani tahapan awal, dengan 25 koperasi yang telah disahkan.
Jeneponto mencatat progres penuh di 113 desa/kelurahan, meski baru satu koperasi yang mendapatkan SK pengesahan.
Kemudian di Takalar, 110 desa/kelurahan telah tuntas sosialisasi dan musyawarah, dengan 75 koperasi resmi disahkan.
Kabupaten Sinjai mencatat 80 desa/kelurahan telah mengikuti seluruh tahapan, dengan 10 koperasi telah disahkan.
Di Gowa, seluruh 167 desa/kelurahan telah menyelesaikan sosialisasi dan musyawarah, dengan 13 SK koperasi yang sudah terbit.
Maros menunjukkan progres serupa pada 103 desa/kelurahan, dengan 56 koperasi telah mendapatkan SK pengesahan.
Kabupaten Bone mencatat jumlah desa/kelurahan terbanyak, yakni 372, semuanya telah melalui tahapan pembentukan koperasi, dan 70 koperasi telah disahkan.
Di Soppeng, dari 70 desa/kelurahan yang telah mengikuti tahapan, 21 koperasi telah resmi disahkan.
Wajo mencatat 190 desa/kelurahan yang telah menyelesaikan proses awal, namun baru 13 SK koperasi yang diterbitkan.
Pangkep menunjukkan progres di 103 desa/kelurahan, meski baru satu koperasi yang disahkan.
Di Parepare, seluruh 22 kelurahan telah menjalani proses pembentukan koperasi, dengan dua SK yang telah terbit.
Barru menunjukkan capaian optimal, seluruh 55 desa/kelurahan tidak hanya telah menyelesaikan proses, namun seluruhnya juga telah mendapatkan SK pengesahan koperasi.
Sidrap mencatat 106 desa/kelurahan telah menyelesaikan tahapan awal, dengan 23 koperasi telah mendapatkan SK.
Sementara di Pinrang, seluruh 109 desa/kelurahan tak hanya tuntas tahapan awal, tetapi juga semuanya telah mendapatkan SK pengesahan koperasi.
Enrekang mencatat 129 desa/kelurahan telah melalui proses sosialisasi dan musyawarah, namun belum ada SK yang diterbitkan.
Tana Toraja telah menyelesaikan seluruh tahapan di 159 desa/kelurahan, dengan 22 koperasi telah disahkan.
Toraja Utara juga mencatat progres di seluruh 151 desa/kelurahan, dengan 21 SK koperasi yang sudah diterbitkan.
Kabupaten Luwu mencatat 227 desa/kelurahan yang telah menyelesaikan seluruh proses, dengan 41 koperasi telah mendapatkan SK pengesahan.
Di Luwu Utara, meski 173 desa/kelurahan telah menyelesaikan sosialisasi dan musyawarah, belum ada koperasi yang disahkan.
Begitu pula di Luwu Timur, dari 128 desa/kelurahan, baru 7 koperasi yang telah mendapatkan SK.
Terakhir, di Palopo, dari 48 kelurahan yang telah menyelesaikan proses, belum ada koperasi yang disahkan hingga saat ini.(*)
| Koperasi Merah Putih Lalebata Sidrap Mulai Bergerak, Operasional Penuh Agustus 2026 |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih Kelurahan Mangasa Segera Beroperasi, Usung Konsep Pasar Modern |
|
|---|
| 82 Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi di Bone, Warga Harap Harga Kebutuhan Lebih Terjangkau |
|
|---|
| Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus |
|
|---|
| Presiden BEM UIN Alauddin Makassar Desak Transparansi Anggaran Koperasi Merah Putih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Plt-Kepala-Dinas-Koperasi-dan-UMKM-Sulsel-Andi-Eka-Prasetiya-1-3152025.jpg)