Wawancara Eksklusif Tribun Timur
Kunci Haji Mabrur: Jaga Niat, Pulang Jadi Pribadi Bermanfaat
Jamaah Calon Haji (JCH) tentunya melakukan persiapan untuk memperoleh haji mabrur.
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM - Jamaah haji Indonesia secara bertahap diberangkatkan ke tanah suci.
Jamaah Calon Haji (JCH) tentunya melakukan persiapan untuk memperoleh haji mabrur.
Dalam Podcat Ngobrol Virtual Tribun Timur, Sabtu (3/5/2025), hadir Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail dan Manager Mobile GTM Operations Telkomsel Region Sulawesi, Hery B Wahari.
Mereka berbagi tips agar ibadah haji berjalan lancar dan nyaman.
Dipandu Host Fiorena Jieretno, berikut petikan wawancaranya:
Peran Telkomsel dalam pelaksanaan haji?
Hery: Telkomsel telah menjalin kolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama, di mana kami sebagai provider berupaya memaksimalkan layanan agar calon-calon tamu Allah bisa terlayani dengan baik, terutama dalam hal komunikasi dengan keluarga di Tanah Air.
Kami ingin memastikan komunikasi mereka berjalan lancar, sehingga ketika mereka tiba di Tanah Suci, mereka bisa fokus beribadah tanpa khawatir soal kuota data atau jaringan. Kami memastikan semuanya sudah aman sejak dari keberangkatan.
Jaringan di Tanah Suci?
Hery: Kami memastikan bahwa dari sisi kuota dan jaringan, calon jamaah haji tidak mengalami kendala. Misalnya, kami memberikan edukasi lebih awal agar mereka tidak lupa registrasi roaming data.
Kami juga mengupayakan agar paket data khusus haji ini bisa diakses dengan mudah, serta jaringannya stabil dan kuat selama mereka berada di Tanah Suci.
Sosialisasinya?
Hery: Saat manasik, kami diberikan waktu khusus untuk memberikan edukasi kepada calon jemaah tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan handphone selama di Tanah Suci.
Di situ, kami juga memberikan informasi lengkap mengenai paket data, cara penggunaan, dan tips agar komunikasi tetap lancar. Tujuannya agar ketika mereka sudah tiba di sana, mereka tidak lagi bingung atau khawatir soal jaringan maupun kuota.
Saat masuk asrama haji?
Kami juga hadir di asrama haji dengan membuka posko Telkomsel. Di posko, kami kembali memastikan bahwa para calon jemaah sudah memiliki kuota sesuai kebutuhannya.
Edukasi langsung tentang cara membeli paket, memilih kuota yang tepat, dan bagaimana mengaktifkannya. Selain itu, kami juga memberikan berbagai gimik atau perlengkapan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah, seperti bantal leher, tablet holder, dan payung bagi mereka yang membeli produk kami.
Tanggung jawab terbesar selaku kabid?
Ikbal: Memastikan jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tentunya meraih haji yang mabrur. Alhamdulillah, sampai saat ini administrasi jemaah sudah 100 persen selesai, baik paspor maupun visa, totalnya ada 7.272 jemaah dari Sulsel.
Proses pemberangkatan?
Ikbal: Sejak tanggal 2 Mei berjalan lancar, bahkan dihadiri oleh pejabat seperti Gubernur, unsur Forkopimda, serta perwakilan dari BPHJ. Dalam momen pemberangkatan itu, kami juga menyampaikan kepada jemaah untuk menjaga kesehatan dan niat mereka.
Haji itu panggilan Allah. Jadi kami ingatkan agar niatnya jangan karena ingin gelar atau hal lainnya. Semua amal tergantung pada niat. Kalau niatnya keliru, maka hasilnya juga bisa tidak baik.
Karena itu, sejak manasik, kami fokus membimbing jemaah untuk memperbaiki niat. Bahkan ada yang sampai terharu dan menangis saat menyadari bahwa haji ini benar-benar panggilan Allah SWT.
Kemabruran haji?
Ikbal: Bukan saat di Tanah Suci, tapi justru saat mereka kembali. Apakah jamaah bisa menjalankan apa yang telah dijanjikan kepada Allah. Misalnya, menjadi lebih taat salat, menyebar salam kepada sesama, serta berbagi makanan kepada yang membutuhkan. Mabrur itu terlihat dari perubahan nyata, apakah dia menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan keluarganya.
Tips khusus buat jamaah?
Ikbal: Kami selalu tekankan pentingnya niat di awal. Niat untuk berubah menjadi lebih baik itu harus dimulai sejak sebelum berangkat haji. Ketika niatnya sudah benar, yakni karena memenuhi panggilan Allah dan ingin menyempurnakan keislaman maka proses pelaksanaan ibadah pun akan lebih tertib dan khusyuk.
Itu yang akan membentuk kekhusyukan dan ketulusan dalam beribadah, dan InsyaAllah akan membekas hingga mereka kembali.
Apalagi saat momen-momen penting seperti berdoa di depan Ka'bah atau wukuf di Arafah adalah waktu terbaik untuk bertobat dan berkomitmen pada perubahan.
Kalau jamaah benar-benar menghayati proses itu, maka InsyaAllah mereka akan pulang membawa perubahan positif, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk keluarga, agama, dan bangsa.
Akan ada penambahan kuota?
Ikbal: Kuota dibagi berdasarkan kesepakatan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), yaitu 1 per 1.000 penduduk. Untuk Sulsel, kuota normalnya 7.272. Memang kadang ada tambahan, tapi itu terbatas. Salah satu kendala besar adalah kapasitas Mina area tenda di sana tidak bisa ditambah. Saat ini saja setiap jemaah hanya punya space sekitar 0,84 meter persegi.
Berdampak ke kenyamanan jamaah?
Ikbal: Jika ditambah, bisa mengganggu kenyamanan jemaah yang sudah ada. Menteri Agama juga sudah menyampaikan bahwa untuk tahun ini tidak akan ada permintaan tambahan kuota, demi menjaga kualitas pelaksanaan ibadah agar tetap aman dan nyaman.
Tantangan jaringan di Tanah Suci?
Hery: Kami sudah mengantisipasi. Kami memastikan jaringan Telkomsel di Tanah Suci tetap optimal dengan bekerja sama dengan operator lokal terbaik di sana, seperti Zain dan Mobily. Jadi dari sisi kualitas jaringan, kami sangat siap.
Dukungan lainnya untuk jamaah?
Hery: Iya, kami juga punya beberapa layanan pendukung. Pertama, ada Grapari Telkomsel di Makkah tepatnya di ZamZam Tower.
Kami buka posko layanan haji di Makkah dan Madinah untuk membantu jamaah yang mengalami kendala teknis. Kami sediakan call center 24 jam khusus haji, bebas pulsa, dan berbahasa Indonesia.
Untuk call center?
Hery: Bisa dihubungi di 0811 0000 333. Nomor ini aktif 24 jam dan bisa membantu jemaah yang membutuhkan bantuan teknis kapan saja.
Paket roaming tahun ini?
Hery: Kami menghadirkan varian baru, yaitu paket 40 GB dengan masa aktif 60 hari seharga Rp1 juta. Paket ini ditujukan untuk calon jamaah dan petugas haji yang masa tugasnya lebih lama dari 45 hari.
Ada paket tambahan?
Hery: Ada varian lain dengan masa aktif 3, 10, dan 15 hari yang bisa ditambahkan. Seluruh paket ini bisa dicek melalui aplikasi MyTelkomsel.
Bagaimana dengan jamaah lansia?
Hery: Kami sudah melakukan sosialisasi saat manasik haji di berbagai daerah, termasuk dengan tim door to door. Kami juga menyediakan bantuan melalui Gerai GraPARI dan layanan chatbot Veronika untuk membantu aktivasi paket.
Kuota bisa digunakan di negara transit?
Hery: Bisa. Kami sudah menyertakan 1 GB kuota khusus untuk digunakan di negara transit seperti Singapura, Malaysia, atau Qatar.
Layanan khusus jamaah lansia?
Ikbal: Tahun ini kami kembali mengusung tema Haji Ramah Lansia karena sekitar 25 % jamaah adalah lansia. Ada petugas khusus dari embarkasi hingga di Tanah Suci yang bertugas mendampingi lansia, termasuk fasilitas makanan bubur dan bus salawat 24 jam.
Jamaah tertua tahun ini?
Ikbal: Berasal dari Kabupaten Pinrang berusia 102 tahun. Jamaah termuda berusia 18 tahun karena mendapat pelimpahan porsi dari orang tuanya.
Antisipasi suhu ekstrem?
Ikbal: Kami sudah memberi pembekalan kepada jamaah, seperti membawa handuk basah, semprotan air, dan menghindari keluar hotel di siang hari. Jangan mengenakan pakaian itam. Kami juga menganjurkan salat di hotel karena pahala tetap sama dengan di Masjidil Haram.
Kelebihan Telkomsel selama di Arab Saudi?
Hery: Telkomsel memiliki jaringan stabil, posko layanan pelanggan, dan program loyalty. Pelanggan yang membeli paket minimal Rp500 ribu akan mendapatkan makanan gratis di Damba Resto di ZamZam Tower.
Selain itu, poin Telkomsel bisa ditukar untuk diskon makanan. 5 poin diskon 25 persen, 10 poin diskon 50 persen, dan 100 poin gratis.
Bisa membeli RoaMAX sebelum berangkat haji?
Hery: Sangat bisa. JCH bisa membeli paket RoaMAX kapan saja. Di sistem kami, pembelian bisa dilakukan lebih awal dan dijadwalkan atau direservasi untuk tanggal keberangkatan yang ditentukan. Misalnya, hari ini beli, tapi aktifnya bisa diset untuk tanggal 10.
Bukti pembelian?
Hery: Kami menyediakan bukti reservasi, jadi tidak perlu khawatir lupa atau terlewat. Bahkan saat manasik atau sekarang pun sudah bisa membeli. Bisa dibeli di outlet Telkomsel, Grapari, dan lainnya.
Saran untuk jamaah?
Ikbal: Jaga kesehatan. Cuaca di Saudi tahun ini bisa mencapai 50°C. Perkuat niat. Ingat, tujuan kita adalah memenuhi panggilan Allah.
Latih fisik, khususnya kaki. Karena haji adalah ibadah fisik. Banyak berjalan kaki, apalagi saat melempar jumrah jaraknya bisa sampai 5 km. Latihan jogging tiap pagi sangat disarankan.
Perbanyak doa setelah salat agar diberi kemudahan, kelancaran, dan kesehatan untuk menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan mabrur.
(Tribun-Timur.com/hasriyani latif)
| Normalisasi Israel Picu Penolakan Publik di Kawasan |
|
|---|
| Iran di Persimpangan: Politik, Agama dan Suksesi Ali Khamenei |
|
|---|
| Cerdas Kendalikan Hama: Ingat, Tikus Itu Cerdas dan Adaptif |
|
|---|
| Pesan Waisak 2025: Kendalikan Tiga Akar Kejahatan |
|
|---|
| Cerita Herdianto Marzuki Ketua DPRD Morowali, Alumnus UMI Pilih Ngekos 2 Periode |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kabid-Penyelenggara-Haji-dan-Umrah-Kemenag-Sulsel-Ikbal-Ismail-hyy.jpg)