Guru Besar Asal Bajo
Prof Syamzan Syukur Perempuan Bajo Pertama Jadi Guru Besar, Kebanggaan Luwu Raya
Prof Syamzan Syukur jadi perempuan pertama asal Bajo, Luwu, yang raih gelar Guru Besar di bidang Historiografi Islam di UIN Alauddin Makassar.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Prof Syamzan Syukur resmi menjadi perempuan pertama asal Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang meraih gelar Guru Besar.
Prof Syamzan mendapat gelar Guru Besar dalam bidang Historiografi Islam di UIN Alauddin Makassar.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Wija to Luwu dan membuktikan bahwa akademisi asal Luwu Raya mampu bersaing di tingkat nasional.
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, memberikan apresiasi tinggi kepada Prof Syamzan Syukur.
"Kami ucapkan selamat dan sukses atas pencapaian Prof. Syamzan. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Wija to Luwu, karena bertambah lagi profesor dari Luwu Raya, dan kali ini dari kalangan perempuan," ujar Hasbi, Sabtu (29/3/2025).
Hasbi berharap pencapaian ini dapat memacu semangat akademisi lainnya, terutama Wija to Luwu yang bergerak di dunia pendidikan tinggi, untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan meraih gelar akademik tertinggi.
"Tentu kita berharap semakin banyak profesor dari Luwu Raya. Artinya, akan ada lebih banyak ilmuwan dan akademisi hebat yang bisa berkontribusi dalam membangun dan memajukan daerah ini. Mudah-mudahan segera menyusul profesor-profesor WTL lainnya," bebernya.
Menurut Hasbi, dengan semakin banyaknya Guru Besar asal Luwu Raya, peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan daerah akan semakin besar.
Torehan Sejarah oleh Prof Syamzan Syukur
Prof. Syamzan Syukur lahir pada 1 April 1973. Ia telah mengabdikan dirinya sebagai dosen di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, dengan fokus pada Sejarah Peradaban Islam.
Selain dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam penelitian dan penulisan ilmiah, ia juga aktif dalam dunia pendidikan sosial.
Bersama keluarga besarnya, ia mendirikan RA Hj. St. Masita Syukur Bajo dan TPA Hj. St. Masita Syukur Bajo, sekolah gratis telah berjalan selama empat tahun untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
Selain itu, Prof. Syamzan juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar pada periode 2015-2019.
Keberhasilannya menjadi Guru Besar semakin mempertegas perannya sebagai akademisi yang berkontribusi besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Dengan pencapaian ini, Prof. Syamzan Syukur tidak hanya mencatat sejarah sebagai Guru Besar perempuan pertama dari Bajo Luwu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi akademisi asal Luwu Raya. (*)
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
Infografis: Kontroversi Annar Salahuddin Sampetoding Terdakwa Pembuat Uang Palsu di Kampus UIN |
![]() |
---|
Perjalanan Karier Rusdi Masse dari Kernet 'Panther' jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI |
![]() |
---|
Bukti Rusdi Masse Batal Hengkang ke PSI, Ahmad Sahroni Tumbal Usai Blunder 'Orang Tolol Sedunia' |
![]() |
---|
Profil Rusdi Masse Gantikan Posisi Ahmad Sahroni di Komisi III DPR RI Imbas Ucapan "Tolol" |
![]() |
---|
Sosok Polisi Kuasai 2 Mobil Warga Tanpa Izin untuk Keperluan Pribadi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.