Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ramadhan

Beramal dengan Sadar 

Sehingga ibadahnya baik di dalam bulan suci Ramadhan atau di luar bulan suci Ramadan tetap akan dilakukan dengan kuantitas disertai kualitas.

Tayang:
Editor: Sudirman
Sabaruddin LC
Ustad Sabaruddin LC. Dai ini juga dikenal sebagai ustas Sokko Recca. 

Oleh: Dai Songkok Recca Makassar Sabaruddin Lc 

Guru Agama Sekolah Islam ATHIRAH 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada dasarnya manusia beribadah kepada Tuhannya apakah karena takut atau cinta?

Hakikatnya seorang hamba ketika beribadah kepada Tuhannya bukan karena faktor takut.

Kapan dia beribadah karena faktor takut, maka layaknya seperti hamba sahaya.

Akan tetapi ketika dia beribadah karena cinta karena mahabbah, maka tidak terikat dengan ruang dan waktu.

Sehingga ibadahnya baik di dalam bulan suci Ramadhan atau di luar bulan suci Ramadan tetap akan dilakukan dengan kuantitas disertai kualitas.

Diibaratkan seperti orang yang jatuh cinta kepada sesuatu atau kepada seseorang.

Apa yang terjadi adalah pasti akan rindu untuk bertemu dengan Tuhannya.

Nah pertanyaannya Apakah kita sudah rindu bertemu  dengan Allah? Maka saya yakin jawabannya adalah Rindu selanjutnya.

Apakah detik ini atau menit ini ingin bertemu dengan Allah? Maka saya yakin bahwa jawabannya tidak pada dasarnya ketika kita beribadah kepada Allah.

Sesungguhnya itu cara kita bertemu dengan Allah.

Bukankah seseorang ketika membaca Alquran maka sesungguhnya Allah berdialog kepadanya.

Dan ketika seseorang salat maka sesungguhnya dia berdialog dengan Allah sebagaimana dalam Alquran Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya barangsiapa yang ingin bertemu dengan Allah maka lakukan amal saleh dan tidak menyekutukannya.

Maka sesungguhnya ketika kita melakukan amal saleh dengan ikhlas, maka Itulah sebenarnya perjumpaan kita dengan Allah sampai amal kebaikan yang kita lakukan itu ilusi atau amal yang kita lakukan itu adalah mimpi.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa manusia itu sesungguhnya tidur, Kapan dia sadar setelah kematian datang.

 Jangan sampai kita melakukan amal ibadah akan tetapi dilakukan dengan tidak sadar.

Maka itu sama halnya kita melakukan ibadah seperti mimpi. Nanti ketika kita masuk ke liang lahat baru kita sadar ternyata amalan yang tidak dapat selama ini hanya hampa mimpi.

Kenapa karena amal ibadah yang kita lakukan tidak dilakukan dengan sadar atau tidak karena terikat kalbu kita dengan Allah.

Sesungguhnya Allah Maha Besar, kebesaran Allah tidak bisa meliputi jagat raya.

Maka dalam diri manusia ada tempat bagi Allah yaitu Qalb di sinilah ketika dibacakan ayat suci Alquran.

Maka bukan hanya angkasa yang bergetar akan tetapi orang bergetar hatinya sebagaimana firman Allah dalam Alquran Semoga kita termasuk orang yang melakukan amal dengan sadar bukan ilusi dan bukan mimpi.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved