Dialog Budaya
Tradisi Puasa Berbagai Agama Ritual Tua, Bukan Sekadar Pindahkan Jam Makan
Lebih dari sekadar menahan lapar, puasa "latihan" fisik untuk menjaga mental dan spiritual, menghubungkan manusia dengan alam, tuhan dan manusia.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Puasa dalam agama Buddha dikenal dengan Atthasila (Delapan Sila) atau Uposatha Sila.
Ini adalah latihan spiritual yang dilakukan secara rutin, terutama pada hari-hari Uposatha (hari suci Buddhis).
Praktik puasa dalam Atthasila mencakup delapan sila atau aturan moral, di antaranya.
1. Tidak membunuh makhluk hidup.
2. Tidak mencuri.
3. Tidak melakukan hubungan seksual.
4. Tidak berbohong.
5. Tidak mengonsumsi zat yang memabukkan.
6. Tidak makan setelah tengah hari.
7. Tidak menikmati hiburan atau perhiasan.
8. Tidak tidur di tempat yang mewah.
Puasa dalam ajaran Buddha bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan latihan disiplin diri dan pengendalian nafsu.
Ajaran Nisfu Syaban dan Tradisi Keagamaan dalam Katolik
Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriyah yang dianggap sebagai malam penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam.
Malam ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta refleksi diri dalam menyambut bulan suci Ramadan.
| Mengurai Pro-Kontra Haji Bugis, Prof Idham Bodhi: Mappatoppo Adalah Tradisi Bukan Rukun |
|
|---|
| Dialog Budaya Kupas Tuntas Tradisi Mappatoppo: Haji Bugis dalam Perspektif Budaya |
|
|---|
| Dialog Budaya ke-9: Menelusuri Makna Puasa dalam Perspektif Berbagai Agama |
|
|---|
| Tokoh Katolik Makassar Darius Allo Tangko: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Menguatkan Iman |
|
|---|
| Tribun Timur Jadi Tuan Rumah Dialog Gerakan Kedaulatan Budaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DIALOG-BUDAYA-pembicara-dan-peserta-berfoto-bareng-usai-dialog-kebudayaan.jpg)