Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dialog Budaya

Tradisi Puasa Berbagai Agama Ritual Tua, Bukan Sekadar Pindahkan Jam Makan

Lebih dari sekadar menahan lapar, puasa "latihan" fisik untuk menjaga mental dan spiritual, menghubungkan manusia dengan alam, tuhan dan manusia.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Erlan Saputra
DIALOG BUDAYA - pembicara dan peserta berfoto bareng usai dialog kebudayaan di Kantor Tribun Timur, Jl Cenderwasih, Makassar, Kamis (6/3/2025) sore. Gerakan Kedaulatan Budaya 2025 kembali menggelar Dialog Budaya dirangkaikan buka puasa bersama. 

Puasa dalam agama Buddha dikenal dengan Atthasila (Delapan Sila) atau Uposatha Sila. 

Ini adalah latihan spiritual yang dilakukan secara rutin, terutama pada hari-hari Uposatha (hari suci Buddhis).

Praktik puasa dalam Atthasila mencakup delapan sila atau aturan moral, di antaranya.

1. Tidak membunuh makhluk hidup.

2. Tidak mencuri.

3. Tidak melakukan hubungan seksual.

4. Tidak berbohong.

5. Tidak mengonsumsi zat yang memabukkan.

6. Tidak makan setelah tengah hari.

7. Tidak menikmati hiburan atau perhiasan.

8. Tidak tidur di tempat yang mewah.

Puasa dalam ajaran Buddha bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan latihan disiplin diri dan pengendalian nafsu.

Ajaran Nisfu Syaban dan Tradisi Keagamaan dalam Katolik

Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriyah yang dianggap sebagai malam penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam. 

Malam ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta refleksi diri dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved