Dinas Pendidikan Luwu Tunggu Juknis SPMB, 275 SD Siap Terima Murid Baru
Kemendikdasmen telah resmi mengganti Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan mengubah istilahnya menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui perubahan sistem penerimaan murid pada tahun ajaran baru 2025/2026 yang diajukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kemendikdasmen telah resmi mengganti Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan mengubah istilahnya menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kabid Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Luwu, Sulawesi Selatan Andi Padlan menyebut, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis SPMB.
"Juknisnya belum sampai ke kami," akunya saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025).
Kendati demikian, menurut Andi Padlan, penerimaan peserta didik baru biasanya dilakukan di bulan Juli.
"Kalau tahun lalu ada sekitar 6.000 siswa SD. Baik negeri maupun swasta. Ubtun tahun ini, apakah naik atau turun saya belum bisa prediksi," jelasnya.
Kata Andi Padlan, sambil menunggu juknis SPMB dari pusat, pihaknya sudah melakukan serangkaian koordinasi dengan satuan pendidikan yang ada di Luwu.
"Kalau SD tidak rumit seperti SMA. Persiapan kami pertama menyiapkan regulasi SPMB ke satuan pendidikan, memantau pelaksanaan dan progres, menerima laporan proses, kemudian evaluasi untuk RTL," terangnya.
Andi Padlan menyebut, pada SPMB, usulan Kemendikdasmen agar jalur zonasi dihapus menjadi domisili.
"Kayanya jalur domisili dihapus. Ada juga tambahan jalur mutasi. Jadi orang tua yang dimutasi ke daerah baru, anaknya bisa ikut untuk bersekolah di sana," bebernya.
Kendati demikian, jalur mutasi sambung Andi Padlan, terdapat beberapa ketentuan untuk siswa kelas 6 SD.
"Jadi ada catatan untuk siswa dan siswi kelas 6 SD. Jadi kami sepakat untuk tidak menerima pindahan per tanggal 31 Desember kemarin. Karena, jumlah data siswa yang mengikuti ujian sudah dimasukkan," terangnya.
"Kami takut, kalau siswa pindahan tetap diterima, konsekuensinya siswa tersebut tidak bisa mendapatkan blanko ijazah. Karena sebelumnya jumlah siswa sudah kami masukkan," tambahnya.
Dirinya menambahkan, setidaknya ada ratusan SD baik negeri maupun swasta yang akan menerima siswa-siswi baru.
"Jumlah sekolah SD negeri dan swasta ada 275, untuk kuota belum ada rilis resminya," aku Andi Padlan.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
| Target IP 300, Bupati Luwu Patahuddin Minta OPD Ikut Pantau Sawah |
|
|---|
| 12 Nama Berebut Kursi Ketua DPC di Luwu Raya, Kader Lama vs Figur Baru |
|
|---|
| Republik Tanpa Provinsi? |
|
|---|
| Wawan Mattaliu: Kursi Ketua DPC PKB se-Luwu Raya Menunggu Restu Elit Partai |
|
|---|
| Nasib Ribuan PPPK Luwu Diungkap Kepala BKPSDM Masih Aman di 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-siswa-SD-Tibussan-Kecamatan-Latimojong-mengikuti-ujian-penaikan-kelas-di-SD-Ball.jpg)