Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SPMB 2025

Belum Ada Kuota SPMB, Disdik Makassar Tunggu Juknis Pemerintah Pusat

Pemerintah Kota Makassar masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait seleksi penerima murid baru (SPMB). 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun Timur/Siti Aminah
JUKNIS SPMB- Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba di wawancara di Hotel Aston Jl Sultan Hasanuddin, Senin (24/2/2025). Pemerintah Kota Makassar masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait seleksi penerima murid baru (SPMB). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait seleksi penerima murid baru (SPMB). 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat. 

Kuota jalur SPMB juga belum dipastikan seperti apa gambarannya. 

"Sementara menunggu dari kementerian. Bulan lalu rapat tapi belum ada juknis," ucap Nielma Palamba, Selasa (25/2/2025). 

Kendati begitu, Disdik Makassar dan seluruh sekolah sudah siap menjalankan kebijakan baru tersebut. 

Ia juga sudah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk melakukan pemetaan, utamanya data-data siswa di dapodik. 

"Jadi kami lagi memastikan data dapodik dengan data yang ada di sekolah-sekolah. Kan kita harus memastikan dulu datanya, jangan sampai ada data yang anomali," ujarnya. 

Kata Nielma, kuota rombongan belajar (rombel) pada SPMB tahun ini akan dikurangi. 

Hal tersebut sebagai upaya untuk menormalkan rombel yang membeludak di beberapa sekolah. 

Pengurangan rombel ini berlaku bagi sekolah yang kelebihan daya tampung pada PPDB 2024 lalu. 

Nielma mengungkap, ada 16 SMP di Kota Makassar mengalami kelebihan daya tampung akibat jalur solusi. 

Mereka yang tak lolos jalur zonasi maupun non zonasi tetap diterima sehingga menumpuk di sekolah-sekolah tertentu. 

Jumlah siswa dalam satu kelas bisa mencapai 50 anak.

Sementara idealnya satu rombongan belajar hanya berisi 32 hingga 34 siswa.

Hal ini menyebabkan adanya siswa yang tidak terdaftar dalam dapodik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved