CEO Business Forum
Andi Suruji Serukan Reformasi Agraria Dalam CEO Business Forum
Pemimpin Umum Tribun Timur Andi Suruji sebagai moderator menyebut ada banyak ide yang bisa dikembangkan dari diskusi tersebut.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - CEO Business Forum berlangsung kritis di Hotel Claro Makassar pada Rabu (19/2/2025).
Pemimpin Umum Tribun Timur Andi Suruji sebagai moderator menyebut ada banyak ide yang bisa dikembangkan dari diskusi tersebut.
Terutama terkait kekhawatiran perkembangan bisnis property ditengah goncangan ekonomi.
"Termasuk 180 sekian sub sektor yang bergerak kalau property bergerak. Bayangkan pengusaha pasir, paku. betul kalau property bergerak maka bisnis lain bergerak," kata Andi Suruji.
Andi Suruji menyebut banyak sub industri yang begitu bergantung dengan bisnis property.
Setiap pembangunan property tak pernah lepas dengan pengusaha bidang lainnya. Mulai semen, pasir, batu hingga bahan bagunan lainnya. Begitu juga sampai perabotan rumah tangga.
Selain itu, menjadi catatannya terkait kebijakan pemerintah terhadap program transmigrasi.
Program transmigrasi turut menyasar Sulsel. Keluarga dari Pulau Jawa, ditempatkan ke daerah di Sidrap maupun Luwu Timur.
Setiap keluarga pun mendapat rumah dan lahan 2 hektar untuk menunjang perekonomian
"Orang di Sulsel yang punya rumah kasih deh 2 hektar satu keluarga. Tanah terlantar itu. Kenapa orang yang transmigrasi dari jawa langsung dapat 2 hektar. Kan tidak adil ya. Oke ini memang NKRI tapi jangan juga kita di Sulsel begini," tegas Andi Suruji.
Baginya harus ada reformasi agraria yang dilakukan pemerintah.
Hal ini penting untuk mewujudkan keadilan dan mendukung pengembangan alam berkelanjutan.
"Musti ada land reform (reformasi agrarian), tapi pemerintah tidak mau lakukan landreform. Saya sering protes itu. Artinya kolaborasi urusan ini, kenapa pemerintah tidak mau lakukan land reform," tegasnya.
Sebelumnya, Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Reymond Arfandy mengaku punya satu konsep yang sudah ditawarkan ke Menteri Hukum.
"Saya usulkan satu konsep investasi merah putih 08," kata Reymond Arfandy
| Asruddin Leo: Desain Teknologi Dalam Negeri Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia |
|
|---|
| Pandangan Syarkawi Rauf Soal Digitalisasi Angkutan Truk, Butuh Modal Kuat |
|
|---|
| Syarkawi Rauf: Jangan Khawatir, Era Digitalisasi Justru Lahirkan Profesi Baru |
|
|---|
| Dendi Rahmadi: Ekonomi Digital Jadi Kesempatan Tingkatkan Produksi |
|
|---|
| BI: Ekonomi Digital Sulsel Masih Perlu Dikembangkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Para-pembicara-Reymond-Affandy-Winang-Budoyo-Asruddin-Leo.jpg)