Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KONI Makassar

Polemik KONI Makassar, Danny Pomanto Kecewa: Harusnya Prestasi yang Diributkan Bukan Kekuasaan

Danny menyayangkan adanya keributan terkait kepemimpinan yang ada di KONI Makassar pasca Ahmad Susanto terjerat kasus hukum.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
POLEMIK KONI - Wali Kota Makassar Danny Pomanto memberikan tanggapannya soal polemik KONI Makassar di kediamannya Jl Amirullah, Kecamatan Mamajang, Minggu (2/2/2025). Danny mengaku kecewa atas ribut-ribut kursi Plt Ketua Umum KONI Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto kecewa atas polemik yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar

Danny menyayangkan adanya keributan terkait kepemimpinan yang ada di KONI Makassar pasca Ahmad Susanto terjerat kasus hukum. 

Menurut Danny, prestasi hingga pembinaan olahraga ke depan lebih pantas untuk diributkan dibanding siapa yang menempati posisi ketua KONI Makassar

"Malu kita ribut soal begini, kenapa tidak ribut soal prestasi, saya ini atlet dan saya ini pembina olahraga, mestinya prestasi yang diributkan bukan seperti ini," ucap Danny Pomanto diwawancara di Kediamannya Jl Amirullah, Kecamatan Mamajang, Minggu (2/2/2025). 

Danny mengungkap, sebenarnya pengangkatan Plt Ketua Umum KONI sudah sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD ART) organisasi. 

Saat itu, Plt Ketum KONI diberikan kepada Wakil Ketua, Kusayyeng. 

Hanya saja yang bersangkutan mengundurkan diri.

Baca juga: Soal Konflik Internal KONI Makassar, Appi: Jangan Biarkan Polemik Halangi Prestasi Atlet

Sehingga ditunjuklah figur lain, yakni Wakil Ketua Bidang Hukum, Mochtar Djuma sebagai Plt Ketum.

"Sudah sepakat, tiba-tiba besok (waketum) mundur. Jadi proses itu sudah sudah terekam baik, jadi sebenarnya yang harus diributin itu bagaimana pembinaan olahraga," ujarnya. 

Danny melihat, persoalan di KONI Makassar diseret atau dihubungkan ke ranah politik dan kekuasaan. 

Padahal olahraga tidak ada hubungannya dengan politik. 

"Tidak ada hubungannya itu politik sama olahraga, jadi kalau dikaitkan dengan politik hancur itu olahraga," tegas wali kota dua periode ini. 

Ia pun menyayangkan hal tersebut. Danny mengaku kecewa atas polemik ini. 

"Sayang sekali, kami sebagai pengurus olahraga dan sebagai olahragawan itu kecewa sekali baik KONI Sulsel dan Makassar kami kecewa," keluhnya. 

"Maksudnya ini kan memalukan, tidak dipermasalahkan turun kita di sepuluh besar (prestasi) tapi dimasalahkan soal-soal begini, jadi urusan KONI itu apa sebenarnya?," sambungnya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved