Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perjuangkan Provinsi Luwu Raya, KKLR Sulsel Desak Prabowo Cabut Moratorium Daerah Otonomi Baru

Di Sulawesi Selatan, terdapat tiga calon DOB yang diperjuangkan, yakni Provinsi Bone Raya, Provinsi Luwu Raya, dan Kabupaten Luwu Tengah.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Dokumen Pribadi/Asri Tadda
LUWU RAYA - Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda. Ia mengonfirmasi agenda Forum Komunikasi Nasional (Forkonas) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) bakal melakukan Munas III di Jakarta pada 20 Februari mendatang dimana ada 131 calon DOB dari 27 provinsi diundang untuk menentukan nasib pemekaran wilayahnya kedepan termasuk Provinsi Luwu Raya. 

"Cuman saya agak sedikit pesimis jika wacana ini digerakkan saat ini untuk mencabut moratorium pembentukan DOB," ungkapnya.

Pasalnya kata kader Golkar Sulsel itu, pemerintah pusat saat ini tengah fokus pada refocusing anggaran untuk mencukupi kebutuhan anggaran MBG (Menteri BUMN dan Infrastruktur), yang menyebabkan terbatasnya dana untuk program-program lainnya, termasuk pembentukan DOB.

"Faktanya, kondisi keuangan negara kita saat ini, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) terbaru, semua instansi negara diminta untuk melakukan refocusing anggaran, sepertinya untuk mencukupi kebutuhan anggaran MBG," ungkapny. 

Ia menilai bahwa masalah pendanaan untuk pemekaran wilayah sudah menjadi kendala yang besar sejak dahulu, dan masalah tersebut kemungkinan besar tetap menjadi tantangan utama di masa mendatang.

"Disisi lain pembentukan memerlukan anggaran besar, sy kira titik masalah DOB sejak dulu begitu, apalagi saat ini," jelasnya.

Sulbar Provinsi Pertama Pisah dari Sulsel

Sulawesi Barat menjadi provinsi pertama pisah dari Sulsel.

Sulawesi Barat terbentuk pada berdasarkan Undang Undang Nomor 26 Tahun 2004.

Ia dinyatakan berpisah dari Sulsel sejak 5 Oktober 2004.

Sulbar kala itu menjadi provinsi ke-33 di Indonesia dan ibu kotanya di Mamuju.

Ada enam kabupaten gabung di Sulbar yaitu Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu dan Mamuju tengah.

Garis pantai Sulawesi Barat yang panjang juga termasuk potensi wisata bahari yang menjadi karakter kepariwisataan Sulawesi Barat.

Penduduknya dari 5 Kabupaten berada disepanjang pantai (Jazira mandar)  dan  pada masa lalu dikenal sebagai masyarakat “Bahari atau “Pelaut” yang ditandai dengan adanya “Alat Transportasi” penangkap ikan perahu yang dinamakan SANDEQ, merupakan karya monumental pelaut mandar.

Dan sejak Tahun 2017 sampai 2020, Kementerian Pariwisata RI telah menetapkan Sandeq Race sebagai salah satu Kalender Of Event “100 Top Event Nasional”.

Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang dapat dikembangkan di Sulawesi Barat.

Selain karena potensi pariwisata yang cukup besar, pariwisata juga menjadi salah satu penghasil pendapatan asli daerah.

Di samping sebagai mesin penggerak ekonomi, pariwisata adalah wahana yang menarik untuk mengurangi angka pengangguran terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan atau lokasi yang menjadi tujuan wisatawan.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved