Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pasca Pilkada dan Politik Orang Kaya

Pilkada telah usai tetapi hari-hari ini masih merasa gagap penuh kekhawatiran akan masa depan.

Editor: Sudirman
ISTIMEWA
Andi Yahyatullah Muzakkir 

Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir

Founder Sekolah Kota dan Anak Makassar Voice

TRIBUN-TIMUR.COM - Pilkada telah usai dan apa yang akan terjadi?

Pilkada telah usai tetapi hari-hari ini masih merasa gagap penuh kekhawatiran akan masa depan.

Kekhawatiran ini menguat ketika kita mengamati proses politik dan penggunaan kekuasaan yang berlebihan dan tidak semestinya ketika pilkada berlangsung.

Secara umum, demokrasi politik menurut Kelsen biasa disebut sebagai “kekuasaan berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.” 

Pandangan ini adalah dasar bernegara yang seharusnya, bahwa politik diselenggarakan melalui proses mendapat mandat dari rakyat hingga memperoleh kekuasaan.

Dengan demikian kebijakan publik harus berorientasi pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Dalam artian luas, para pemimpin terpilih adalah seseorang yang memperoleh mandat rakyat untuk memimpin yang lainnya dalam hal kehidupan bersama.

Dalam novel trilogi Cicero karya Robert Harris disebutkan bahwa “politik resmi dalam bahasa latin dikenal sebagai imperium atau kekuasaan atas hidup dan mati, sebagaimana dimandatkan oleh negara kepada seseorang. 

Ini sejalan dengan argumentasi di atas, bahwa pemimpin politik lahir dari kesepakatan bersama para rakyat demi mengatur bersama nasib dan kepentingan hidup semuanya.

Teori dan argumentasi di atas juga mesti diuji tentang penerapannya dalam konteks kehidupan kita sehari-hari apakah benar kekuasaan semata-mata diperuntukkan untuk kesejahteraan bersama atau malah sebaliknya?

Singkat saja, bagaimana politik kita hari ini?

Hari-hari ini kita masih bicara tentang hasil pilkada, selain statement tentang pilkada dialihkan pemilihannya pada anggota legislatif.

Juga pelantikan kepala daerah yang terpilih akan dilangsungkan bulan Maret mendatang. Rasa gelisah dan khawatir yang timbul ialah jangan sampai kepala daerah yang baru terpilih hanya melakukan hal yang sama atau malah lebih mundur dibanding penguasa sebelumnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved