Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Uang Palsu di UIN

Siapa Sebenarnya Otak Sindikat Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin? Doktor Andi Ibrahim atau ASS?

Sosok Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak bongkar otak Sindikat uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

Penulis: Abdul Azis | Editor: Mansur AM
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Potret Andi Ibrahim UIN Alauddin Makassar tersangka Sindikat uang palsu di UIN Alauddin (Istimewa) dan penampakan mesin cetak uang palsu UIN Alauddin yang disita Polres Gowa (Tribun Timur/ Sayyid). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polisi terus berburu Sindikat uang palsu di Gedung Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar di Samata Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Hingga saat ini, aparat Polres Gowa sudah mengamankan 17 tersangka dengan peran berbeda-beda.

Lalu siapa sebenarnya dalang utama Sindikat uang palsu ini?

Polisi masih memburu tiga orang.

Informasi dan profil tiga tersangka ini sudah dikantongi polisi.

"Jadi sampai saat ini kita sudah melakukan penahanan terhadap 17 tersangka. Ke-17 tersangka sudah kita DP Okan tiga orang yang sedang dalam pengejaran. Kemudian ada beberapa nama yang sudah kita kantongi ya masih kita dalami keterlibatan dan keterkaitannya," kata Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak dalam program wawancara khusus Tribun Timur Jumat  20 Desember 2024.

Menurut Kapolres Gowa, pihaknya tidak akan buru-buru menetapkan tersangka sebelum mengantongi dua alat bukti. 

"Karena kita kan harus berdasarkan dua alat bukti Kita juga harus profesional kita tidak boleh terburu-buru untuk menaikkan status seseorang ya karena menyangkut status seseorang kemudian alat bukti seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda baik itu kurang lebih dari 150 item alat bukti yang sudah kita amankan," tambah AKBP Leonard Simanjuntak.

Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Dr Andi Ibrahim ditengarai sebagai bos sindikat uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin.

Peran Andi Ibrahim sangat vital terutama meloloskan mesin percetakan uang palsu ke dalam kampus.

Termasuk pasang badan ke pihak security saat mesin percetakan ditahan.

Andi Ibrahim membohongi security dengan menyebut mesin tersebut sebagai mesin cetak buku. 

Namun ternyata, ada sosok di balik aksi Andi Ibrahim, yang tak lain berperan sebagai donator atau investor.

Sosok itu bernisial ASS.

Nama ASS diungkap Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers di Mapolres Gowa Jl Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/12/2024).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved