Opini
Mufti, Konflik dan Perdamaian Dunia
Sejarah yang kaya, peninggalan-peninggalan kebudayaan yang berlimpah, dan cerita-cerita tentang dinamika bangsa Arab.
Oleh: Razi Alif Al Faiz
Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir
TRIBUN-TIMUR.COM - Menjadi pelajar di Timur Tengah dan Afrika merupakan sebuah pengalaman yang memiliki keunikannya tersendiri.
Penulis bersyukur menjadi salah satu di antara mereka yang mendapat kesempatan itu.
Sejarah yang kaya, peninggalan-peninggalan kebudayaan yang berlimpah, dan cerita-cerita tentang dinamika bangsa Arab yang memiliki sejarah yang luar biasa.
Di antara keunikan-keunikan yang ada dan dirasakan penulis secara langsung adalah sebuah fakta yang mau tidak mau kita amini bersama, bahwa Timur Tengah dan Afrika merupakan kawasan konflik yang tak surut dari tahun ke tahun.
Penulis tahu betul bagaimana kawan-kawan penulis lintas negara di Timur Tengah dan Afrika harus dipulangkan dari negara tempat ia studi sebab konflik-konflik yang terjadi.
Penulis tak berani membayangkan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang akan diwisuda namun terhalang akibat konflik.
Masalahnya adalah tidak semua universitas Dunia maupun Indonesia mengakui transkrip nilai kampus-kampus tempat kawan penulis sekolah agar bisa melanjutkan kuliah sesuai dengan tingkatan terakhir sebelum ia dipulangkan.
Miris dengan konflik yang terjadi, penulis mencoba untuk mencari tahu keadaan dunia dan melihat lebih luas.
Tak disangka yang penulis dapati adalah bahwa konflik berdarah tak hanya terjadi di Kawasan Timur Tengah dan Afrika saja.
pada tahun 2023, tercatat ada 34 konflik bersenjata yang dipengaruhi perbedaan aliran, ideologi, dan agama terjadi di ragam belahan dunia.
Meski jumlahnya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun dampak yang ditimbulkan dinilai lebih mematikan.
Sebut saja konflik antara Rusia dan Ukraina, Pakistan dan Afghanistan, belum lagi penjajahan Israel atas Palestina yang mengalami eskalasi kontak senjata pada tahun tersebut.
2023 dapat dikatakan sebagai tahun paling berdarah semenjak tahun 2017. Tercatat 122.000 jiwa menjadi korban sebab konflik-konflik yang terjadi.
| Merawat Kemerdekaan di Tengah Krisis Ekologis |
|
|---|
| Tanaman Jungrahab Kalimantan: Dari Tradisi ke Potensi Antiinflamasi |
|
|---|
| Mengapa Harmonisasi Pembangunan Daerah Harus Melibatkan Universitas |
|
|---|
| Hukum yang Hidup dalam Peraturan Daerah |
|
|---|
| Menunaikan Komitmen Moral sang Proklamator Adalah wujud Amal Jariah Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Razi-Alif-Al-Faiz-Presiden-Persatuan-Pelajar-dan-Mahasiswa-Indonesia-di-Mesir.jpg)