Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makassar Banjir

Cara Prof Zudan Hadapi Banjir di Rujab Gubernur Sulsel, Ajak Warga Main Bola

Rujab Gubernur Sulsel beralamat di Jl Sungai Tangka Nomor 31, Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Momen Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh pantau komplek rujabnya yang kebanjiran  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) juga terendam banjir.

Rujab Gubernur Sulsel beralamat di Jl Sungai Tangka Nomor 31, Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Makassar pada Minggu (15/12/2024) sejak dini hari hingga sore.

Di Rujab Gubernur Sulsel, banjir juga merendam lapangan bola di halaman rumah jabatan.

Akibatnya, lapangan futsal itu seketika berubah menjadi kolam.

Demikian video berdurasi 53 detik yang diavadikan Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Pejabat Kemendagri itu terlihat santai memantau kondisi banjir yang melanda kediamannya. 

Meskipun situasi banjir cukup parah, Prof Zudan tampak tidak kehilangan semangat dan justru sempat bercanda.

"Lapangan bolanya banjir. Gimana ayo main bola, siapa mau?" ujar Prof Zudan sambil menunjukkan kondisi lapangan yang dipenuhi air hampir setinggi lutut orang dewasa. 

Tak hanya itu, ia juga mengajak publik untuk 'bermain air' di tengah banjir yang melanda.

"Ayo main air yuk," tambah Prof Zudan dengan senyum lebar, sambil menunjuk air yang menggenangi halaman rumah jabatan.

Banjir di Rujab Gubernur ini berdampak terhadap fasilitas.

Dalam kesempatan itu, Prof Zudan sempat memberi instruksi kepada jajarannya.

Utamanya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk segera mencari solusi agar banjir tidak terus terjadi.

"Banjir nih, Bu Kadis PU, Kadis Sumber Daya Air, banjir nih. Tolong dicek bagaimana caranya biar air tak tergenang," ujar Prof Zudan.

Kota Makassar Dikepung Banjir, Jl Daeng Ngawing Berubah Jadi Sungai Sejak Pagi

Diketahui, Kota Makassar dikepung banjir setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari, Minggu (15/12/2024). 

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Jalan Yusuf Daeng Ngawing di Kecamatan Rappocini. 

Jalan kota ini berubah bak sungai dengan genangan air setinggi lutut orang dewasa.

"Sejak pagi tadi sudah banjir, motor saya terpaksa mogok dan harus didorong," ujar Syukur, salah satu pengendara yang terjebak di tengah banjir

Ia mengeluhkan buruknya saluran air di sekitar lokasi, yang dinilai tak mampu menampung debit hujan deras.

Pantauan di lapangan sejak pukul 12.00 Wita, puluhan kendaraan roda dua mogok di genangan air. 

Para pengendara dengan susah payah mendorong kendaraan mereka.

Sementara warga sekitar terlihat turun tangan membantu evakuasi.

"Saluran air tersumbat. Kalau hujan terus begini, banjir akan semakin parah," teriak salah satu warga.

Warga tersebut mengungkap, Jl Daeng Ngawing tiap musim hujan menjadi langganan banjir.

Tidak hanya Jalan Yusuf Daeng Ngawing, beberapa ruas jalan lain di Makassar seperti Jalan AP Pettarani Makassar juga tergenang banjir

Aktivitas warga pun terhambat akibat kondisi jalan yang sulit dilalui.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki drainase guna mengatasi banjir musiman yang kerap melumpuhkan aktivitas.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur sebagian wilayah kota, membuat warga terus berjaga-jaga terhadap kemungkinan banjir susulan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, genangan juga terjadi di Jl Sulawesi, ketinggian air kisaran15cm-50 senti.

"Di Jl Kalimantan, Nusantara, Jl Permandian 2 juga ada air dengan ketinggian yang hampir sama, ini berdasarkan laporan dari tim yang kami siagakan," ucap Achmad Hendra Hakamuddin. 

Sejauh ini, arus lalu lintas di masing-masing jalan masih bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat. 

Kondisi sekarang ini kata Achmad Hendra masih relatif aman. 

Dari hasil pantauan tim di bebarapa jalan, debit air sewaktu-waktu bisa mengalami kenaikan. 

Apalagi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berlangsung. 

Untuk itu, Achmad Hendra mengingatkan masyarakat untuk terus waspada. 

Masyarakat diharapkan melakukan mitigasi dengan mengamankan barang-barang berharga. 

Begitu juga dengan alat-alat elektronik untuk diamankan di tempat yang lebih tinggi agar tak terendam jika terjadi banjir

"Kami harapkan agar masyarakat waspada, bersiap-siap memitigasi dini ditengah cuaca ekstrem yang terjadi hari ini," imbaunya. 

Ia juga berharap agar masyarakat aktif melaporkan jika terjadi potensi bencana atau membutuhkan bantuan. (*)


 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved