Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran di Laoni Bone

Mengenal Desa Laoni Bone Sulsel, Kampung Tanpa Akses Darat dan Sulit Air Bersih

Tak ada akses darat ke desa paling ujung Kecamatan Cenrana, Bone ini sebab terpotong oleh aliran Sungai Walangnae. 

Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
ist
Potret alat transportasi sehari-hari warga Desa Laoni Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, Sulsel menggunakan katinting 

"Kadang juga beliki air galon di ibu Kota Kecamatan untuk dibawa ke desa kalau musim kemarau i," sambungnya. 

Selain itu desa ini juga cukup kesulitan dalam mendapatkan akses jaringan. 

Meski telah dialiri listrik oleh PLN, kebanyakan penerangan jalan mengandalkan Panel Surya yang lebih terjamin alirannya saat gelap tiba.

Halik mengatakan, selain keluhan-keluhan itu, akses hampir menjadi keluhan rutin yang kerap disampaikan ke pemerintah.

Masyarakat Laoni begitu mengharapkan adanya akses darat. 

Sejak desa berdiri, sekalipun akses jalan darat tak pernah dibangun.

Yang menurut Halik akan efisien jika ini bisa dibangun untuk desa dengan menghubungkan desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattingge yang berada tepat di Barat Daya Desa Latonro.

 Akses ke desa tersebut lebih dekat dibanding harus memutar menyusuri sungai Welangnae. 

"Mungkin sekitar 20 km ke sana, itu sudah bisa terhubung, kami sangat harapkan adanya akses darat ini," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Dusun Latonro Risna, mengatakan masyarakat Desa Latonro hampir semuanya berprofesi sebagai nelayan tambak. 

Yang mana dibuat di sekitar aliran-aliran sungai Walangnae. 

"Mereka memelihara udang, kepiting dan ikan, jadi penghasilannya dari sana," ujarnya. 

Menurutnya distribusi hasil tambak ini akan lebih optimal jika akses darat ke desa bisa dibenahi. Sehingga dirinya mengharapkan adanya pembangunan ini.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved