Angka DBD di Wajo Tahun Ini Meningkat dari Tahun Sebelumnya
Puskesmas Pammana, menjadi tempat penanganan DBD tertinggi, yakni sebanyak 32 kasus. Dimana, tahun 2023 hanya di angka 50 kasus, sedangkan di tahun 20
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
"Tentu warga harus rutin mengukur tekanan darahnya. Tak lain dan tak bukan untuk menghindari penyakit seperti serangan jantung dan stroke," tuturnya.
Meski begitu, pihaknya mengaku warga Kabupaten Wajo hampir seluruhnya menerapkan PHBS.
"Alhamdulillah masyarakat kita sudah sebagian besar sadar akan pola hidup bersih sehat. Namun, kami tetap melakukan komunikasi kepada Puskesmas untuk terus mengawal warga demi meningkatkan derajat kesehatan," ungkapnya.
Diketahui, belakangan ini cuaca di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Wajo tidak menentu, meski musim kemarau tetapi hujan kadang mengguyur.
Musim pancaroba adalah kondisi transisi atau peralihan dari satu musim ke musim lainnya.
Hal ini sering kali menyebabkan perubahan cuaca yang tidak menentu secara tiba-tiba.
Perubahan suhu dan kelembaban udara sangat terasa saat memasuki pancaroba yang mengakibatkan munculnya sejumlah penyakit.(*)
169 RT dan 45 RW di Wajo 'Menjerit', Insentif Menunggak Dua Bulan |
![]() |
---|
Kisah Pasangan Tunawicara Beda Negara Nikah di Wajo, Panai Rp160 Juta dan Mahar Gelang Emas 15 Gram |
![]() |
---|
Detik-detik Penemuan Jasad Korban Tenggelam di Sungai Laelo Wajo |
![]() |
---|
Harga Beras di Wajo Normal: Mawar Merah Rp75 Ribu per 5kg, Beras SPHP Rp62 ribu |
![]() |
---|
Sosok WNA Cina Masuk Islam Demi Nikahi Perempuan Wajo Sulsel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.