Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun UMKM

Dompis Berlin Thary, Olahan Pisang Khas Kota Palopo Sulsel yang Bikin Nagih

Dompo pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Kota Palopo. Namun hanya Thary yang memproduksi dompo pisang dengan bahan baku pisang berlin.

TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI BUNAYYA NANDINI
Pemilik usaha dompo pisang berlin Thary saat ditemui di rumahnya, Jl Dr Ratulangi, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (12/11/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Dompis Berlin Thary merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UMKM Palopo.

Dompis Berlin Thary merupakan usaha olahan pisang berlin.

Dompis merupakan singkatan dari Dompo Pisang.

Dompo pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Kota Palopo.

Cemilan ini merupakan olahan berbahan dasar pisang yang dijemur hingga kering dan kemudian digoreng.

Usaha ini dirintis oleh Eka Indah Lestari (25), warga Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Banyak masyarakat di Kota Palopo yang memproduksi dompo pisang, namun hanya Thary yang memproduksi dompo pisang dengan bahan baku pisang berlin.

Baca juga: 2 Bersaudara Ubah Passion Jadi Profit dengan Foyuism, Tawarkan Papan Ucapan Estetik dan Buket Bunga

Eka Indah Lestari atau yang akrab disapa Thary memulai usahanya tersebut untuk menambah uang pembayaran kuliah.

"Pada tahun 2016 saya pusing mau cari uang tambahan untuk bayar kuliah karena bapak saya berprofesi sebagai sopir dan penghasilannya tidak cukup untuk membayar uang kuliah," kata Thary kepada Tribun-Timur.com, Selasa (12/11/2024).

Saat itu, Thary berkunjung ke lapak neneknya yang berjualan pisang berlin di pasar.

Ia kemudian melihat banyak pisang yang terbuang karena busuk dan tidak laku.

Thary kemudian berinisiatif untuk mengolah pisang berlin menjadi dompo.

"Saya berinisiatif untuk membuat olahan pisang berlin dengan menjemurnya. Saya kemudian menghubungi tante saya untuk konsultasi terkait bahan yang bagus untuk mengolah dompo tersebut," jelasnya.

Thary membeli pisang berlin dari petani yang ada di Kabupaten Luwu dan Luwu Timur dengan harga Rp 12 ribu pertandan.

Pisang tersebut kemudian dikupas dan dibelah menjadi beberapa bagian kemudian dijemur.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved