Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kadis Pendidikan Makassar Kaget Orang Tua Murid SD Pajjaiang Demo: Aman di Sana karena Masuk Sore

Aksi demo dilakukan buntut adanya dugaan bullying yang dialami murid SD Inpres Pajjaiang di tempat relokasi di SD Inpres Kalang Tubung I.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Puluhan orang tua murid SD Inpres Pajjaiang berunjuk rasa sambil membentangkan poster di depan SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (15/10/2024) sore. 

"Karena anak-anak kami sudah mendapatkan pembullyan, perundungan, istilahnya ada intimidasi," sambungnya.

Bentuk bullying atau intimidasi yang dialami sejumlah murid SD Inpres Pajjaiang selama diungsikan di SD Inpres Kalang Tubung I, Jl Goa Ria, selama tiga bulan terakhir bermacam-macam.

"Bentuk intimidasinya, anak-anak kami dipajaki (dipalak), ada info yang bukan dari dua tiga orang anak, bahwa mereka dipalak sama anak SD yang ditempati numpang," ungkapnya.

Selain itu, guru-guru SD Inpres Pajjaiang yang turut diungsikan di SD Kalang Tubung I juga merasakan hal yang sama.

"Terutama ada juga laporan guru-guru bahwa terlalu banyak surat kaleng yang masuk, terlalu banyak bahasa kotor di dalam surat itu. Ada juga surat yang disimpan di meja guru dengan bahasa yang kotor," bebernya.

Ia pun berharap agar Dinas Pendidikan Kota Makassar segera memberikan solusi yang tepat.

"Kalaupun tidak bisa (dipindahkan ke sekolah semula), kami mohon untuk Pak Kadis Pendidikan melihat aksi kami, usahakan kami untuk mendapatkan lokasi yang baru tanpa menumpang di sekolahnya orang," harapnya.

Hal senada diungkapkan Fitri (35) yang turut hadir dalam unjuk rasa itu.

"(Anak-anak) Lita sekarang kan numpang, jadi kita diintimidasi, ini sering bahkan saya sering lihat ada anak-anak diludahi dari lantai dua ke bawah," ungkapnya 

Selain itu, selama anaknya dan murid lain diungsikan, sang anak kerap pulang kesorean karena masuk siang.

"Bayangkan anak kelas satu baru masuk SD, masuk pukul 15.00 Wita, pulang pukul 16.30 Wita. Pukul 15.00 Wita itu kan waktunya anak-anak istirahat, apalagi anak-anak yang baru masuk sekolah," keluhnya.

Diketahui, SD Pajjaiang sudah dua bulan lebih tidak digunakan untuk proses belajar mengajar karena persoalan sengketa lahan.

Ahli waris menuntut agar Pemerintah Kota Makassar membayar ganti rugi hingga persoalan itu sampai ke meja hijau.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved