Kadis Pendidikan Makassar Kaget Orang Tua Murid SD Pajjaiang Demo: Aman di Sana karena Masuk Sore
Aksi demo dilakukan buntut adanya dugaan bullying yang dialami murid SD Inpres Pajjaiang di tempat relokasi di SD Inpres Kalang Tubung I.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin menanggapi aksi demo orang tua murid SD Inpres Pajjaiang yang meminta anaknya dikembalikan ke sekolah semula.
Aksi demo itu dilakukan buntut adanya dugaan bullying yang dialami murid di tempat relokasi di SD Inpres Kalang Tubung I, Jl Goa Ria.
"Kalau orang tua mau demo mungkin dia meminta aset itu dikembalikan, tapi ada prosesnya," ujar Muhyiddin kepada wartawan, Selasa (15/10/2024) malam.
Menurutnya, pasca putusan Mahkamah Agung terkait status lahan SD Inpres Pajjaiang, murid-murid dan guru telah direlokasi ke SD Kalang Tubung I dan SMP 16.
Di tempat relokasi itu, Muhyiddin mengatakan proses belajar mengajar yang berlangsung dua bulan terakhir juga berjalan dengan lancar.
"Aman di sana (SDI Kalang Tubung), karena memang ada 11 kelas yang disiapkan di sana dan itu (proses belajar) terpisah," ujar mantan kadis Sosial Kota Makassar ini.
"Itumi dengan SMP 16, dua sekolah. Jadi SMP 11 ruangan kelas dipakai oleh SD Inpres Pajjaiang dan masuk sore dia," sambungnya.
Baca juga: Orang Tua Murid SD Pajjaiang Makassar Demo, Tolak Relokasi: Anak Kami Dipalak dan Dibully
Dirinya pun mengklaim tidak ada permasalahan yang dialami murid selama belajar.
"Aman, tidak adaji, saya kaget juga apa masalahnya ini (sehingga demo). Sekarang yang saya fikir soal belajar mengajar," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan orang tua murid SD Inpres Pajjaiang Kota Makassar demo meminta agar anak-anaknya dikembalikan ke sekolah asal setelah dua bulan lebih direlokasi di SD Inpres Kalang Tubung I.
Mereka berunjuk rasa sambil membentangkan poster di depan SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (15/10/2024) sore.
Unjuk rasa ala ibu dari para murid SD Inpres Pajjaiang itu, menyita perhatian warga dan pengendara yang lalu lalang.
"Kembalikan anak-anak kami ke sekolahnya kembali, anak-anak kami diintimidasi," teriak salah satu emak-emak membentangkan spanduk.
Hamdani (48), orang tua murid SD Inpres Pajjaiang mengatakan, alasannya menuntut agar murid SD Inpres Pajjaiang dipindahkan kembali ke sekolah lama lantaran adanya bullying yang dialami anak.
"(Anak-anak) kami sudah tidak betah di sekolah yang baru, disuruh kami untuk pindah ke SD Kalang Tubung, kami tidak sanggup," kata Hamdiani.
Makassar Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Dosen UNM Dr QDB Soal Dugaan Pelecehan 'Sakit Hati Saya Sudah Terakumulasi' |
![]() |
---|
Daftar Lengkap Kelas Modifikasi di Honda Modif Contest 2025 Makassar |
![]() |
---|
Jaringan Mitra Halal yang Berkelanjutan |
![]() |
---|
Nama Muh Ilham Disebut dalam Pledoi Annar, Bantah Terlibat Permintaan Uang Rp5 Milliar ke Terdakwa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.