Kasus Rabies
Waspada! Dalam 6 Bulan Ada 5.168 Kasus Rabies di Sulsel
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat 5.168 laporan kasus rabies periode enam bulan, Januari - Juni.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
"Untuk kasus rabies merupakan kasus yang dapat langsung ditindak kapan saja, dan kita berharap untuk tahun yang akan datang sudah berkurang kasusnya, pun dengan korban jiwa sudah tidak ada lagi," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sulsel Yusri.
Bantuan Vaksin Hewan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel Nurlina Saking menyebut vaksin rutin pada hewan sudah dijalankan dengan melihat daerah-daerah prioritas
Daerah tersebut menyasar titik yang memiliki catatan kasus gigitan hewan rabies tinggi.
"Yang ada hewan peliharaan, kami juga sudah rutin melakukan vaksin pada daerah yang kasus rabies tinggi," jelas Nurlina Saking, Sabtu (3/8/2024).
"Vaksin kan juga terbatas, jadi kami protek juga di daerah mana yang kasusnya tinggi," lanjutnya.
Alokasi vaksin rabies bantuan pemerintah pusat mencapai 5.000 dosis tahun ini.
Data Disnakeswan, vaksin rabies pada hewan tertinggi dialokasikan tertinggi ke empat daerah.
Bone, Makassar, Tana Toraja, dan Toraja Utara sama-sama mendapat 500 dosis.
Sementara Enrekang, Jeneponto, Pinrang, Sidrap dan Maros mendapat masing-masing 300 dosis.
Barru mendapat 250 dosis vaksin, lalu Luwu Timur 200 dosis, serta Parepare 100 dosis.
Fakultas Kesehatan Hewan Unhas dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulsel masing-masing 50 dosis.
Sementara stock provinsi ada 550 dosis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Upaya-Camat-Kecamatan-Tomoni-Timur-Tanggulangi-Tingginya-Kasus-Gigitan-Hewan-Pembawa-Rabies.jpg)