Kasus Rabies

Kasus Rabies Terus Meningkat di Luwu Timur, Terbaru Satu Pasien Meninggal Digigit Anjing

Alpina, warga Desa Kasintuwu, Kecamatan Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan meninggal karena penyakit rabies.

Kasus Rabies Terus Meningkat di Luwu Timur, Terbaru Satu Pasien Meninggal Digigit Anjing
handover
ilustrasi 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Alpina, warga Desa Kasintuwu, Kecamatan Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan meninggal karena penyakit rabies, Senin (17/2/2020).

Alpina terjangkit rabies usai digigit anjing peliharaannya pada Juli 2019. Pasca digigit, Alpina tidak melapor ke petugas medis untuk mendapat perawatan.

"Iya, pasien (Alpina) diagnosa rabies," kata Direktur RSUD I La Galigo Luwu Timur, dr Benny kepada TribunLutim.com, Selasa (18/2/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Luwu Timur kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Luwu Timur meningkat signifikan dalam kurun enam tahun terakhir 2014-2019.

Data dari Komda zoonosis/rabies Luwu Timur merujuk laporan Puskesmas terjadi trend peningkatan kasus GHPR secara signifikan.

Tahun 2014, kasus GHPR di mencapai 407 kasus dengan 1 kasus positif rabies. Tahun 2015 meningkat menjadi 465 kasus GHPR.

Tahun 2016 bertambah menjadi 467 kasus dan dua kasus diantaranya positif rabies. Tahun 2017 meningkat lagi jadi 525 kasus, tiga terdeteksi rabies.

Tahun 2018 naik menjadi 557 kasus serta tahun 2019 bertambah menjadi 628 kasus dan satu positif rabies.

Sementara tahun 2020 ini, terhitung Januari-Februari, kasus GHPR sudah mencapai 43 kasus dimana satu pasien positif rabies meninggal dunia.

Kasus GHPR di Luwu Timur ini tersebar di hampir seluruh kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Luwu Timur dengan kasus yang berbeda jumlahnya.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved