Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Rabies

Waspada! Dalam 6 Bulan Ada 5.168 Kasus Rabies di Sulsel

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat 5.168 laporan kasus rabies periode enam bulan, Januari - Juni.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Freepik
Ilustrasi vaksinasi rabies. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat 5.168 laporan kasus rabies periode enam bulan, Januari - Juni. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Waspada, kasus rabies mengancam masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat 5.168 laporan kasus rabies periode enam bulan, Januari - Juni.

Dua nyawa warga Sulsel pun melayang akibat rabies

Kepala Dinkes Sulsel, Ishaq Iskandar mengungkapkan langkah pencegahan yang harus dilakukan bersama.  

Ia mengimbau masyarakat untuk berjaga-jaga terhadap hewan penular rabies, baik hewan peliharaan maupun hewan liar.

Baca juga: Atasi Kasus Rabies, Pemprov Sulsel Dapat Alokasi 5 Ribu Dosis Vaksin Hewan

Jika terjadi gigitan atau cakaran hewan penular rabies dapat segera melakukan cuci luka di bawah air mengalir selama 15 menit.

Lalu dibawa ke fasilitas kesehatan atau rabies center untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan juga didorong melakukan vaksinasi.

"Untuk hewan peliharaan sebaiknya dilakukan vaksinasi rabies," jelas Ishaq, Senin (5/8/2024).

Rincian kasusnya, Kabupaten Bantaeng  terdapat 62 kasus, Kabupaten Barru 74, Kabupaten Bulukumba 206 kasus.

Lalu Kabupaten Bone 248 kasus, Kabupaten Enrekang 137 kasus, dan Kabupaten Gowa 211 kasus.

Selanjutnya, Kabupaten Jeneponto 96 kasus, Kabupaten Luwu 202 kasus, Kabupaten Luwu Timur 414 kasus.

Berikutnya Luwu Utara 142 kasus, dan Kota Makassar 397 kasus, Kabupaten Maros 133 kasus, Kota Palopo 119 kasus, Kabupaten Pangkep 61 kasus.  

Kota Parepare 139 kasus, kabupaten Pinrang 167 kasus, Kabupaten Selayar 40 kasus, Kabupaten Sidrap 252.

Kabupaten Sinjai 138 kasus, Kabupaten Soppeng 201 kasus, Kabupaten Takalar 47 kasus, Kabupaten Tana Toraja 555 kasus, Toraja Utara 988 kasus, dan Wajo 139 kasus.

"Untuk kasus rabies merupakan kasus yang dapat langsung ditindak kapan saja, dan kita berharap untuk tahun yang akan datang sudah berkurang kasusnya, pun dengan korban jiwa sudah tidak ada lagi," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sulsel Yusri.

Bantuan Vaksin Hewan 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel Nurlina Saking menyebut vaksin rutin pada hewan sudah dijalankan dengan melihat daerah-daerah prioritas

Daerah tersebut menyasar titik yang memiliki catatan kasus gigitan hewan rabies tinggi.

"Yang ada hewan peliharaan, kami juga sudah rutin melakukan vaksin pada daerah yang kasus rabies tinggi," jelas Nurlina Saking, Sabtu (3/8/2024).

"Vaksin kan juga terbatas, jadi kami protek juga di daerah mana yang kasusnya tinggi," lanjutnya.

Alokasi vaksin rabies bantuan pemerintah pusat mencapai 5.000 dosis tahun ini.

Data Disnakeswan, vaksin rabies pada hewan tertinggi dialokasikan tertinggi ke empat daerah.

Bone, Makassar, Tana Toraja, dan Toraja Utara sama-sama mendapat 500 dosis.

Sementara Enrekang, Jeneponto, Pinrang, Sidrap dan Maros mendapat masing-masing 300 dosis.

Barru mendapat 250 dosis vaksin, lalu Luwu  Timur 200 dosis, serta Parepare 100 dosis.

Fakultas Kesehatan Hewan Unhas dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulsel masing-masing 50 dosis.

Sementara stock provinsi ada 550 dosis.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved