Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

AMA Indonesia Chapter Makassar Gelar Bincang Sehat 'Aman dari Serangan Jantung'

Dokter spesialis jantung dan Pembuluh Darah, Dr dr Idar Mappangara SP, SJ  pun diundang hadir sebagai pembicara.

|
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
tribun.timur.com/faqih imtiyaaz
AMA Indonesia Cabang Makassar inisiasi bincang santai kesehatan bertema Aman Dari Serangan Jantung, Berlomba Hingga Juara, di Graha Prodia, Jl Jend Sudirman, Makassar, Rabu (19/6/2024) malam. Dokter spesialis jantung dan Pembuluh Darah, Dr dr Idar Mappangara SP, SJ hadir sebagai pemateri. 

Penyempitan pada pembuluh darah disebutnya memang kerap terjadi.

Hal itu bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa serangan jantung.

Saat penyempitan bertahap terjadi maka tubuh sebutnya adaptasi.

"Penyempitan bisa berlangsung bertahun tahun meski tidak ada serangan asalkan tidak stress. Nyeri-nyeri dada tidak masalah. Kalau penyempitan berlangsung 20 persen, 40 persen, 60 persen maka tubuh adaptasi tapi tidak kena serangan," kata dr Idar.

Terkait faktor resiko, ada hal yang tidak bisa diubah.

Terutama terkait, umur, keturunan hingga jenis kelamin.

dr Idar menyebut serangan jantung lebih rawan ke pria.

Sementara untuk keturunan sebutnya memang selama ini banyak kasus lebih mudah terkena serangan jantung jika keturunan.

Selain itu, ada faktor resiko yang dapat diubah.

Diantaranya seperti kebiasaan merokok. Hal ini sebutnya bisa berdampak pada kesehatan jantung.

Selain itu ada hipertensi, Dislipidermia, Diabetes Melitus, mengurangi aktivitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diet yang tidak sehat, stress hingga konsumsi alkohol berlebih. 

dr Idar juga menyinggung fenomena atlet yang kerap terkena serangan jantung. 

Seperti yang terjadi pada pelari di event Makassar Half Marathon beberapa waktu lalu.

dr Idar mengingatkan dalam berolahraga harus melihat kemampuan fisik. 

"bisa saja tidak berat olahraganya tapi bagi dirinya berat. Misalkan kurang istirahat, harusnya dia tidur, tapi dia paksa. Begitu dipaksa marah tubuh, dan akhirnya serangan jantung," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved