Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Asal Usul Gelar Andi Bagi Keturunan Bugis, Benarkah Berawal dari Belanda?

Kala itu, B.F Matthes, seorang misionaris asal Belanda ingin membuat semacam Standen Stelsel semacam asal-usul di negeri Celebes ini.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
dok tribun
Wajah Gedung Mulo di Makassar zaman Pemerintahan Belanda 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bangsawan bugis di Provinsi Sulawesi Selatan akrab dengan gelar 'Andi'.

Konon katanya gelar ini mulai diperkenalkan sekitar tahun 1930-an.

Kala itu, B.F Matthes, seorang misionaris asal Belanda ingin membuat semacam Standen Stelsel semacam asal-usul di Sulsel.

Kemudian, B.F Matthes yang mendirikan OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) meminta para muridnya untuk menuliskan asal-usul nenek moyang mereka atau silsilah keturunan.

Selain dari silsilah keturunan, Pemerintah Belanda kala itu juga mewajibkan muridnya untuk lembar pernyataan kesetiaan pada Pemerintah Hindia-Belanda.

Hal itu dikarenakan sekolah ini memang dikhususkan untuk mencetak pejabat pemerintahan dan pegawai administrasi.

Setelah anak-anak yang bersekolah di OSVIA ini menamatkan pendidikannya, mereka kemudian mendapat gelar Andi di depan namanya.

Sebelum masuknya pemerintah Kolonial Belanda, bukanlah nama Andi yang digunakan sebagai titel kebangsawanan melainkan La atau I untuk laki-laki dan We untuk perempuan.

Sementara untuk gelar kebangsawanan digunakan Opu, Daeng, Karaeng,Arung, Bau’, atau Puang, sesuai daerah dan wilayahnya.

Dan tak pernah ada panggilan Andi.

Berdasarkan data Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar.

Pada tanggal tanggal 17 Oktober 1910 dibuka OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) dengan lama pendidikan 6 tahun berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Belanda tanggal 10 Agustus 1910 No. 5.

Berbeda dengan OSVIA di daerah lain seperti di Bandung, Magelang, dan Probolinggo yang berdiri sendiri, OSVIA Makassar dibuka untuk memenuhi desakan pendidikan anak bangsawan dan melatih calon pegawai dan guru. Lulusan yang dapat diterima di OSVIA adalah sekolah rendah berbahasa Belanda.

Siswa yang diterima tidak hanya dari Sulawesi Selatan tetapi juga dari Kalimantan Timur, Timor, Manado, dan Ternate.

Sejak berdiri dari tahun 1910 hingga tahun 1931, OSVIA Makassar memiliki peminat yang cukup banyak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved