Namun demikian, sekolah yang semula berdiri atas hasil reorganisasi dari Kweekschool, pada akhir tahun 1934 digabung dengan MULO, dengan menambahkan satu kelas lanjutan selama satu tahun.
Untuk materi pelajaran OSVIA, dua tahun pertama diberikan mata pelajaran umum seperti Bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Sosiologi, Sejarah, dan lain-lain. Pada tahun ketiga, kelas dibagi dua, satu bagian tetap sebagai siswa OSVIA dan bagian lain menjadi HIK (Holland Inlandsche Kweekschool).
"Sekolah ini betul-betul mempersiapkan pegawai Belanda dengan gaya hidup ke-Belanda-Belandaan. Kebanyakan dari mereka terdiri dari anak bangsawan terkemuka dan kaya. Lulusan HIK dipersiapkan menjadi guru pada HIS," kata Akademisi Departemen Arkelogi FIB Unhas, Yadi Mulyadi.
"Lulusan yang bisa masuk Sekolah MULO adalah lulusan HIS dan VVS dengan persyaratan tambahan. Sekolah MULO menerima siswa dari sekolah rendah Kolonial dan juga sekolah rendah Bumiputera," sambung Yadi.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.