Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 2024

Sejarah Hari Raya Kurban dan Makna Idul Adha Menurut Alquran

Berikut ini makna Idul Adha menurut Alquran, lengkap sejarah dan kisah Nabi Ibrahim AS. Termasuk sejarah hari raya kurban

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi sholat Idul Adha. 

Dengan persetujuan tersebut, maka tekad Nabi Ibrahim a.s telah bulat untuk mengorbankan putranya. Namun, atas kehendak Allah S.W.T, saat proses pengorbanan berlangsung, tubuh Nabi Ismail  AS diselamatkan dan diganti dengan kambing gibas.

Cerita mengenai penggantian ini tertuang dalam al quran surat as-shaffat ayat 104-107 yang berbunyi:

Artinya:

Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! (104) Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107).

Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s adalah nenek moyang bangsa Arab. Oleh sebab itu, tradisi penyembelihan hewan kurban ini dipraktikan turun menurun hingga pada zaman Nabi Muhammad S.A.W meskipun hanya sekadar fisiknya saja (tanpa hakikat Idul Adha itu sendiri). 

Ketika itu, masyarakat jahiliyyah akan menyembelih hewan kurban untuk berhala-berhala mereka, meletakkan daging hewan kurban disekitarnya dan memercikkan darah hasil penyembelihan ke berhala-berhala tersebut (NU Online). Hingga kemudian turunlah ayat al quran surat al-Hajj ayat 37 yang berbunyi:

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah sama sekali, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya atas kamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini kemudian didukung dengan beberapa hadits secara langsung mengindikasikan bahwa penerimaan Allah S.W.T atas hambanya didasarkan pada keikhlasan hamba tersebut dan bukan berdasarkan besar kecilnya fisik yang dikorbankan.

Perbedaan Idul Fitri dengan Idul Adha

1. Perbedaan ibadah di awal puasa

Sama seperti Idul Fitri, sebenarnya Idul Adha juga didahului dengan puasa.

Bedanya adalah Idul Fitri didahului oleh puasa ramadhan yang hukumnya wajib dan berlangsung selama 1 bulan penuh, sedangkan Idul Adha didahului oleh puasa tarwiyah dan arafah yang hukumnya sunnah (lebih baik dikerjakan, tapi kalau tidak dilakukan tidak mendapat dosa) dan hanya berlangsung selama 2 hari saja. 

2. Perbedaan ibadah di masa setelah hari raya

Perbedaan lain antara Idul Fitri dan Idul Adha adalah umat muslim dilarang puasa selama 3 hari setelah Idul Adha berlangsung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved