Idul Adha 2024
Sejarah Hari Raya Kurban dan Makna Idul Adha Menurut Alquran
Berikut ini makna Idul Adha menurut Alquran, lengkap sejarah dan kisah Nabi Ibrahim AS. Termasuk sejarah hari raya kurban
TRIBUN-TIMUR.COM - Berikut ini makna Idul Adha menurut Alquran, lengkap sejarah dan kisah Nabi Ibrahim AS.
Perayaan Idul Adha merupakan tradisi tahunan oleh umat Islam.
Idul Adha memiliki makna dan sejarah penting dalam hari raya kurban.
Penyembelihan hewan kurban memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kata "Adha" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti hewan sembelihan.
Oleh karena itu, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT.
Di Indonesia, perayaan ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti Lebaran Qurban dan Lebaran Haji.
Baca juga: Hukum Menyembelih Hewan Kurban Sendiri Menurut Buya Yahya
Hal ini disebabkan oleh alasan bahwa perayaan Idul Adha juga terkait dengan ibadah haji yang terjadi pada bulan Dzulhijjah, di mana orang-orang dari seluruh dunia datang ke Makkah al-Mukarramah untuk menjalankan ibadah haji.
Sejarah Hari Raya Kurban
Selain berkaitan dengan hewan sembelihan, kata Adha pada hari raya ini juga berkaitan dengan sejarahnya loh. Sejarah hari raya Idul Adha bisa ditelusuri hingga zaman Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS.
Sejarah penyembelihan hewan kurban ini berawal ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan ilham saat tidur bahwasanya beliau harus menyembelih Nabi Ismail AS pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah).
Menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Ismail AS adalah anak pertama dari Nabi Ibrahim setelah beliau sempat menunggu selama puluhan tahun.
Sempat meragu, akhirnya Nabi Ibrahim AS yakin bahwa ilham dalam mimpi tersebut adalah benar dari Allah S.W.T pada tanggal 9 Dzulhijjah dan menceritakan mimpinya kepada putranya tersebut.
Kisah mengenai mimpi Nabi Ibrahim AS dan dialog beliau dengan putranya tersebut tercantum dalam surat As-shaffat ayat 102 yang berbunyi:
Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Niat-Sholat-Idul-Adha.jpg)