Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sindiran Prabowo Soal Penonton Baik, Pengamat Politik: PDIP tak Bisa Dianggap Remeh

Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan menilai Presiden Terpilih Prabowo Subianto berusaha keras untuk merangkul lawan politik bekerjasama.

Editor: Muh Hasim Arfah
dok tribun timur
Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto menyindir pihak yang tidak mau diajak kerja sama dalam pemerintahannya mendatang. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Bimtek dan Rakornas Pilkada PAN di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA – Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan menilai Presiden Terpilih Prabowo Subianto berusaha keras untuk merangkul lawan politik bekerjasama untuk membangun bangsa.

Menurutnya, upaya itu langsung dilakukan usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan Prabowo sebagai pemenang Pilpres 2024.

Yusak melihat bahwa kemudian ada partai politik yang tidak mau bergabung membangun bangsa itulah fakta dinamika poltik yang terjadi.

“PDI Perjuangan menunjukkan kesan tidak ingin bergabung dengan pertimbangan politik tertentu dan belakangan sikap Pak Ganjar menyatakan akan menjadi opisisi,” ucap Yusak kepada Tribun Network, Jumat (10/5/2024).

Meskipun sikap resmi PDI Perjuangan baru akan diputuskan pada Rakernas nanti.

Prabowo tampaknya berharap tidak ada parpol opsisi yang menggangu pemerintahannya nanti.

Dalam artian pihak yang menolak ini tentu tidak menghambat seluruh program pembangunan bangsa ke depan.

“Saya kira warning Pak Prabowo harus ditafsirkan sebagai upaya beliau untuk mulai bekerja melibatkan semua komponen anak bangsa termasuk semua entitas politik.

Sebetulnya diksi tidak mengganggu itu multitafsir.

Yusak lebih senang memaknai bahwa Prabowo sudah berikhtiar mengajak tetapi kalau toh tidak mau ya sudah.

Dalam bahasa Pak Prabowo jadilah penonton yang baik, bukan penonton yang menghambat.

“Kecuali Pak Prabowo tidak mengajak itu lain lagi konteksnya (dalam hal anggapan pemimpin otoriter),” ucapnya

Prabowo terang-terangan merangkul kepada seluruh partai yang kalah untuk membangun bangsa.

Dekan Fisip Universitas Pamulang itu menuturkan perkembangan politik ini kan tetap bergerak dinamis, sekarang Presiden Jokowi masih menjabat setelah lengser ini yang menjadi pertanyaan.

Terlebih Jokowi kini tidak memiliki kendaraan politik karena tidak lagi menjadi kader PDIP.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved