Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kalah Menang Bukan Segalanya

Kita hormati hasil resmi hitung suara pemilu dan Pilpres  RI 2024 kemudian berlapang dada menyambut keputusan Mahkamah Konstitusi.

Editor: Muh Hasim Arfah
Ist
Sekjen DPP Partai Golkar 2009-2018, Idrus Marham 

Idrus Marham

(Sekjen DPP Partai Golkar 2009-2018)


TRIBUN-TIMUR.COM- Kalah menang sebenarnya hal biasa.

Urusan klasik.

Di mana ada yang menang di situ pasti ada yang kalah.

Ini  suratan takdir. 

Tapi mengapa urusan kalah-menang masih sering berbuntut panjang? 

Jawabannya tentu kompleks, apalagi jika kontestasi  itu berada dalam ranah politik

Di sinilah apa yang disebut dengan sportivitas, sebagai etika penghormatan terhadap aturan main, komitmen dan sikap lapang dada ketika bersanding dengan lawan di sebuah kontestasi, menjadi penting.  

Tanpa sportivitas, kontestasi apapun bakal carut-marut. Karena semua hanya akan  mengejar kepentingannya sendiri. 

Keterhormatan hanya ada ketika dirinya yang  menang, sebaliknya dianggap tidak perlu, jika yang menang orang lain. 

Di dunia politik, pemahaman kalah-menang yang seperti sering memakan korban. 

Memancing Rusuh! Mengundang chaos, lantaran yang kalah tak terima, yang menang tak diterima. 

Kalau ditelaah lebih jauh lagi, yang sebenarnya merusak sportivitas di dunia demokrasi itu bukan semata terletak pada ketidaktahuan aturan main.

Semua pasti paham aturan main. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved