Kilas Tokyo
Minimalis
Di daerah Nippori Tokyo bertebaran toko dan grosir kamera analog tua dan bekas yang masih berbasis film kuno.
Harga juga tidak beda dengan harga pasaran. Makanan yang tidak butuh waktu lama untuk meracik.
Hidup minimalis juga sangat terlihat dalam life style sehari hari.
Sangat banyak contohnya, misalnya tentang nilai ‘Respect’ menghormati barang yang makin dianggap sebagai konsep urgen setelah konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Ada sebuah kata ’Mottainai’, secara umum bermakna sia sia jika tidak dimaksimalkan, sayang jika dibuang atau tidak dirawat dengan baik.
Dalam manajemen kerja prinsip 5S Jepang ada prinsip penting Seiso; selalu resik merawat peralatan agar kondisi baik bersih.
Jumlah recycle shop pun bertambah setiap tahun dan menjual beragam barang re-use: elektronik, pakaian hingga perhiasan bekas.
Barang tua tapi bersih terawat, kadang lengkap dengan kotaknya. Seakan membeli barang baru.
Apalagi membuang benda di Jepang juga tidak boleh semaunya.
Barang besar semisal TV, kulkas, sofa besar, mesin cuci harus membayar yang nilainya variatif kadang hingga 3000 yen atau sekitar 320 ribu rupiah per barang.
Makanya, cara pikir kita dalam membeli dan merawat harus berstandar sama. Keduanya sama pentingnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolumnis-tetap-Kilas-Tokyo-Tribun-Timur-Muh-Zulkifli-Mochtar.jpg)