Kilas Tokyo
Kenangan di Osaka
Tapi kenapa entah terasa sangat dekat. Mungkin karena hanya butuh 2 jam setengah saja duduk santai di kursi Shinkansen.
Oleh: Muh Zulkifli Mochtar
Doktor alumni Jepang, bermukim di Tokyo
TRIBUN-TIMUR.COM - Saya sangat sering ke kota Osaka, hampir sekali dalam dua bulan. Cukup jauh sekitar 400 kilometer dari kota Tokyo.
Tapi kenapa entah terasa sangat dekat. Mungkin karena hanya butuh 2 jam setengah saja duduk santai di kursi Shinkansen.
Belakangan, kota ini sangat populer sebagai tempat wisata menarik, nuansa juga sedikit berbeda dengan kota Tokyo.
Selain punya banyak tempat perbelanjaan dan destinasi menarik, seluruh penjuru kota dipenuhi beragam kuliner enak.
Jika menyusuri area Namba Dotonbori, mau cari kuliner apa saja ada. Kota Osaka memang pusat bisnis Jepang. Sejak masa lampau dikenal sebagai pusat perdagangan.
Warga Osaka juga lebih terbuka, pintar berkomunikasi dan terkenal sangat ramah kepada siapapun.
Tidak heran kalau banyak komedian hebat Jepang terlahir dan besar di kota ini.
Kota Osaka bersebelahan dengan kota Kobe dan Kyoto. Sering Disebut sebagai area Kansai.
Area ini pernah terguncang hebat oleh gempa Hanshin Awaji Daishinsai 17 Januari 1995.
Menewaskan lebih dari 5000 orang. Saat itu kota Kobe rusak parah. Ini adalah gempa paling mematikan di Jepang abad ke-20 setelah gempa bumi tahun 1923 di daerah Kanto dengan kerugian jiwa 100 ribu orang lebih.
Untuk sebuah acara. minggu lalu saya mengunjungi kota ini. Saat menuju acara, kereta melewati bekas apartemen dan tempat sekolah anak dulu.
Ya, saya punya kenangan khusus dengan kota ini. Sekitar 20 tahun lalu saya memutuskan berhenti bekerja dan mulai menimba ilmu sebagai mahasiswa riset di kampus kota ini.
Akhirnya tinggal lama dan ketiga anak saya pun lahir dikota ini. Hingga saya sangat hapal nama nama jalur kereta disana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolumnis-tetap-Kilas-Tokyo-Tribun-Timur-Muh-Zulkifli-Mochtar.jpg)