Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2024

Busui, Kenali 4 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa

Sebenarnya, busui atau ibu menyusui boleh saja berpuasa asalkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
freepik
Ilustrasi - Agar kesehatan tetap terjaga, kenali tanda kapan ibu menyusui harus membatalkan puasa. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Umat Islam seluruh dunia diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Berpuasa punya banyak keutamaan dan segudang manfaat bagi kesehatan.

Karenanya ibu menyusui pun tak ingin melewatkannya.

Sebenarnya, busui atau ibu menyusui boleh saja berpuasa asalkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.

Beberapa penelitian juga mengungkap bahwa berpuasa tidak terlalu memengaruhi jumlah dan kualitas ASI.

Kendati demikian, ada pertimbangan khusus yang perlu dipikirkan sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Meski aman dilakukan ibu menyusui, Moms sebaiknya tidak memaksakan diri saat menjalankannya.

Agar kesehatan tetap terjaga, kenali tanda kapan ibu menyusui harus membatalkan puasa.

Tanda-tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa

Melansir dari berbagai sumber, inilah berbagai tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa supaya kesehatan tetap terjaga.

1. Dehidrasi

Jika ibu merasa haus secara berlebihan dan memiliki sedikit frekuensi buang air kecil, ini bisa menjadi tanda dehidrasi.

Baca juga: 5 Amalan Sunnah Puasa Ramadhan, Kerjakan Biar Dapat Keberkahan

Dehidrasi dapat memengaruhi produksi ASI dan kesehatan ibu secara keseluruhan.

2. Kelelahan yang ekstrem

Puasa yang panjang tanpa asupan makanan dan minuman yang mencukupi dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan.

Jika ibu merasa sangat lemah dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, ini bisa menjadi tanda bahwa puasa harus dibatalkan.

3. Penurunan produksi ASI

Puasa yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan produksi ASI.

Jika busui melihat adanya penurunan signifikan dalam jumlah ASI yang diproduksi, ini bisa menjadi tanda bahwa puasa harus dihentikan.

4. Pusing atau pingsan

Pusing atau pingsan adalah tanda bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi dan cairan yang diperlukan.

Jika mengalami gejala ini, puasa harus segera dibatalkan untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Cara mengatasi masalah saat puasa bagi ibu menyusui.

Baca juga: Anti Lapar, Tujuh Makanan Layak Dikonsumsi saat Sahur agar Kuat Puasa

Melansir dari berbagai sumber, inilah beberapa cara mengatasi masalah saat puasa bagi ibu menyusui.

1. Banyak minum air putih saat berbuka

Minum banyak air putih saat berbuka dapat membantu mengganti cairan yang hilang selama puasa dan mencegah dehidrasi.

2. Konsumsi makanan bergizi saat berbuka

Memilih makanan bergizi dan seimbang saat berbuka dapat membantu menjaga energi dan kesehatan ibu menyusui.

3. Istirahat yang cukup

Memberikan diri istirahat yang cukup antara waktu berbuka dan sahur dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

4. Konsultasikan dengan dokter

Jika ibu menyusui mengalami masalah kesehatan yang serius atau melihat penurunan yang signifikan dalam produksi ASI, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Nah, itu dia beberapa tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa.(*)

Artikel ini telah tayang di nakita.grid.id dengan judul 'Jangan Memaksakan Diri, Ini 4 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa'.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved