Ramadhan 2024
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat
Inilah tata cara Sholat Tarawih 11 rakaat. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah Tata Cara Sholat Tarawih 11 rakaat.
Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
Jumlah salam 4 kali dalam 8 rakaat atau boleh dilakukan dengan setiap 4 rakaat diakhiri dengan salam sehingga jumlah salam 2 kali dalam 8 rakaat.
Sholat Tarawih disebut juga qiamulail ramadan yaitu salat yang dilakukan setiap malam pada bulan Ramadan, sedangkan di bulan-bulan lain tidak ada Sholat Tarawih.
Hukum melaksanakan Sholat Tarawih atau sholat tarawih adalah sunah muakad, artinya salat sunah yangs angat dianjurkan baik kepada laki-laki maupun perempuan.
Dilansir Tribun-Timur.com dari kemenag.go.id kata tarawih berasal dari kata Arab raha yang berarti istirahat.
Karena itu, Sholat Tarawih adalah salat yang dilaksanakan dengan cara santai dalam waktu yang panjang.
Sholat Tarawih boleh dilakukan dengan cara sendiri, tetapi lebih diutamakan dengan berjamaah.
Waktu pelaksanaannya adalah setelah melakukan salat Isya hingga terbit fajar.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Jumlah rakaat Sholat Tarawih berbeda versi.
Berdasarkan riwayat, ada yang berjumlah 8 rakaat ditambah Witir 3 rakaat sehingga berjumlah 11rakaat.
Ada pula yang mengerjakannya dengan 20 rakaat ditambah Witir 3 rakaat sehingga berjumlah 23 rakaat.
Bahkan, ada juga yang berpendapat bahwa jumlah rakaat Sholat Tarawih itu 36 rakaat ada juga yang 40 rakaat.
Semua pendapat ini dapat dibenarkan karena pada dasarnya Sholat Tarawih itu termasuk salat malam (qiamulail) yang hukumnya sunah sehingga para sahabat, tabi’in dan ulama berbeda-beda dalam jumlah rakaatnya.
Yang perlu kita ketahui bahwa semua perbedaan jumlah rakaat Sholat Tarawih tersebut sama-sama memiliki dasar hukum yang kuat sehingga tidak perlu dipertentangkan.
Berpegang teguhlah pada prinsip masing-masing tanpa menyalahkan golongan yang lain.
Sikap kita adalah harus saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak sendiri.
Di Indonesia, kebiasaan masyarakat melakukan Sholat Tarawih dan Witir dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut.
a. Sholat Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat
Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
Jumlah salam 4 kali dalam 8 rakaat atau boleh dilakukan dengan setiap 4 rakaat diakhiri dengan salam sehingga jumlah salam 2 kali dalam 8 rakaat.
Setelah itu, ditambah dengan salat Witir 3 rakaat.
Dalil pelaksanaan Sholat Tarawih 11 rakaat ini antara lain riwayat dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, yang mengabarkan bahwa dia pernah bertanya kepada ‘Aisyah:
“Bagaimana salat malam Rasulullah saw. di bulan Ramadan?”. ‘Aisyah mengatakan ”Rasulullah saw. tidak pernah menambah jumlah rakaat dalam salat malam pada bulan Ramadan dan tidak pula dalam salat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
b. Sholat Tarawih 20 rakaat dan Witir 3 rakaat
Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Jumlah salam menjadi 10 kali dalam 20 rakaat.
Setelah itu, ditambah dengan salat Witir 3 rakaat. Salat Witir dilakukan dengan 2 rakaat diakhiri salam, ditambah 1 rakaat, lalu diakhiri dengan salam.
Pelaksanaan Sholat Tarawih 23 rakaat ini berdasarkan riwayat dari Yazid bin Ruman, dia berkata: “Di zaman Umar bin Khattab, orang-orang melaksanakan salat malam di bulan ramadan (Sholat Tarawih) dengan 23 rakaat.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain juga disebutkan Ibnu Abbas melaksanakan salat malam pada bulan Ramadan 20 rakaat dan Witir, dengan tidak berjamaah. (HR. Baihaqi).
c. Rukun, syarat, bacaan, dan cara melakukan Sholat Tarawih sama dengan salat fardu lima waktu.
d. Niat Sholat Tarawih dapat kalian lakukan di dalam hati dapat pula di lafalkan. Jika kalian akan melafalkan, berikut ini lafalannya:
Niat Sholat Tarawih
- Niat Sholat Tarawih Berjamaah Sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā.
- Niat Sholat Tarawih Berjamaah Sebagai makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā.
- Niat Sholat Tarawih Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.
Tata Cara Sholat Tarawih
Berikut tata cara Sholat Tarawih dan bacaan sholat:
*Rakaat Pertama
1. Membaca niat
2. Membaca Takbiratul Ihram.
3. Membaca Doa Iftitah.
4. Membaca surat Al-Fatihah.
5. Membaca surat-surat pendek Al-Quran.
Pada rakaat pertama, usai membaca surat Al-fatihah, kemudian membaca surat pendek, misalnya Al-Kafirun.
6. Ruku' dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
7. I'tidal dengan tumakninah lalu membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian
8. Sujud dengan tumakninah lalu membaca
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“
9. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya:, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
10. Sujud lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“
11. Berdiri lagi
*Rakaat Kedua
1. Membaca Surah Al-Fatihah.
2. Membaca surah Pendek membaca surat pendek, misalnya Al-Ikhlas.
3. Ruku' dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
4. I'tidal dengan tumakninah lalu membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian.
5. Sujud dengan tumakninah lalu membaca
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“
6. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya:, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
7. Sujud lalu membaca
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“
8. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
Berikut bacaan Tasyahud Akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.
Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.
Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.
Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.
Artinya:
“Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh.
Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
“Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”
9. Salam.
Ulangi hingga mencapai 8 rakaat.
Lanjutkan dengan Sholat Witir,
Niat Sholat Witir 3 Rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: "Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa."
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Dilansir Tribun-Timur.com dari Rumaysho.com, Sholat Witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama: tiga raka’at, sekali salam.
Cara kedua: mengerjakan dua raka’at terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah satu raka’at kemudian salam.
Dalil cara pertama:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi)
Dalil cara kedua:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6/83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
(Tribun-Timur.com/ Sakinah Sudin)
| Waspadai Dampak Buruk Terlalu Banyak Konsumsi Kue Kering Pasca Lebaran |
|
|---|
| Jangan Salah! Ini Arti Taqobalallahu Minna Wa Minkum, Doa Sering Didengar saat Idul Fitri |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini 9 April Lengkap Doa di Ramadan ke 29 |
|
|---|
| Yuk Amalkan! Doa Akhir Ramadhan Serta Amalan Bisa Dikerjakan |
|
|---|
| Mudah Dihafal! Bacaan Takbiran Idul Fitri Panjang dan Pendek, Lengkap Tulisan Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tata-Cara-Sholat-Tarawih-11-Rakaat.jpg)