Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2024

Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab dan Terjemahan, Kapan Waktu Tepat Membacanya?

Puasa ramadhan sebentar lagi, jangan lupa bacaan niat puasa Ramadhan dan waktu tepat membacanya.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
BING IMAGE CREATOR
Ilustrasi - Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab dan Terjemahan, Kapan Waktu Tepat Membacanya? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berikut ini panduan niat puasa Ramadhan lengkap Arab dan terjemahan.

Serta penjelasan kapan waktu tepat membacanya.

Bulan Ramadhan di depan mata.

Di bulan suci Ramadhan, umat Islam berkesempatan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan mencari keberkahan.

Di bulan Ramadhan, ibadah utama yan dijalankan umat Islam yakni berpuasa.

Puasa dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan.

Kewajiban berpuasa bagi umat muslim telah tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 183:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

Puasa juga termasuk dalam rukun Islam yang berarti bahwa keimanan seseorang tidak sempurna tanpa menunaikan kewajiban puasa.

Sebagai pahalannya, Allah memberikan jaminan dihapuskannya semua dosa di masa lalu, seperti dalam hadis berikut:

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari).

Sebelum menunaikan puasa, ada niat yang harus dibaca.

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Kapan Waktu Tepat Membacanya?

Niat puasa Ramadhan wajib dibaca.

Waktu tepat membacanya, dapat dilafalkan saat malam hari hingga sebelum terbit fajar atau sebelum adzan subuh.

Niat puasa Ramadhan ini selain bisa dilafalkan saat makan sahur, juga bisa dilafalkan setelah melaksanakan sholat tarawih.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Terjemahan

Doa Buka Puasa

Selain itu, sebelum berbuka puasa, umat Muslim juga harus membaca doa berbuka puasa, sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Nabi SAW ketika berbuka puasa, beliau membaca: Dzahabaz dzama-u, Wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah."

Hukum Puasa Ramadhan

1. Orang yang Wajib Berpuasa

Hukum puasa ramadan adalah wajib bagi pemeluk agama Islam.

Wajib berarti harus dilakukan, yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan akan mendapatkan dosa.

Orang yang diwajibkan berpuasa ramadan adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ust. Syukron Maksum, hukum Puasa ramadan tertuang dalam Surat Al-Baqarah (2): 183 yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajib kan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." [QS. al-Baqarah (2): 183].

2. Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

Orang yang tidak diwajibkan berpuasa ramadan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan ramadan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan.

Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haid.

"Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat." (HR. Muslim)

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa Ganti Bulan Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

3. Orang yang Diberi Keringanan untuk Tidak Berpuasa

Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan ramadan:

- Orang yang sakit biasa di bulan ramadan.

- Orang yang sedang bepergian (musafir).

4. Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa Diganti Fidyah

Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud ( 0,6 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.

- Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.

- Orang yang sakit menahun.

- Perempuan hamil.

- Perempuan yang menyusui.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved