Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Forum Dosen Tribun Timur

Menakar Kekuatan Narasi Puisi Menyambut Suara Pemilu 2024

Di forum dosen Rahmat Muhammad menyampaikan Kekuatan puisi begitu besar dalam mengungkapkan kebenaran.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
tribun timur
Kaprodi Program Magister Sosiologi Unhas Rahmat Muhammad Diskusi Forum Dosen live di Youtube Tribun-Timur.com, Kamis (1/2/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kekuatan puisi begitu besar dalam mengungkapkan kebenaran.

Hal ini ditegaskan Ketua Prodi (Kaprodi) Program Magister Sosiologi Unhas Rahmat Muhammad Diskusi Forum Dosen live di Youtube Tribun-Timur.com, Kamis (1/2/2024).

"Puisi itu menenangkan, saya tidak tau kategorisasi budayawan, seniman, kolumnis tapi banyak cara mengungkapkan apa yang ada dikepalanya untuk menyampaikan sesuatu untuk sesuatu yang benar," jelas Rahmat Muhammad.

Dalam membawakan puisi, hegemoni narasi menjadi sangat kuat.

Kemampuan dalam berbicara dan bernarasi dalam tulisan bisa membawa pengaruh ke masyarakat

"Hegemoni sekarang itu kuat, ada orang yang sebelumnya bisa ngomong tapi jadi diam. Paling tidak, ada yang kencang ngomong, tapi tidak bisa menulis. Ada bisa menulis tidak bisa ngomong. Ada yang dua dua, bisa nulis dan bisa ngomong," lanjutnya.

Baca juga: Menilik Ruang Sosiolinguistik dari Janji Caleg

Dari pandangan tersebut, kekuatan dalam berbicara dan bernarasi disebutnya harus dikeluarkan di momentum politik saat ini.

Apalagi dari para budayawan maupun akademisi senior.

Di momentum politik, kekuatan narasi verbal maupun tulisan bisa membawa pengaruh dalam literasi politik.

Apalagi bila dilandasi dengan pemahaman pergerakan politik dari masa ke masa

"Tadi ada dikatakan pak Azwar Hasan dikutip inilah pemilihan paling terburuk. Kalau terburuk apa yang dilakukan. Kita sudah alami masa reformasi dan orde baru kita bisa membandingkan," ujar Rahmat Muhammad.

"(Sekarang) Ada anak tidak bisa bandingkan dengan kencang disuarakan, kenapa kita diam," lanjutnya.

Momentum inilah harus disuarakan para akademisi dan budayawan. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved